Hankam

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman Tegaskan PKI Sudah Tak Ada Lagi

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman menegaskan saat ini paham komunisme sudah tak ada lagi di Indonesia. Ia pun meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan hal ini.

“Apabila ada, berarti ‘kan anak buah kami sudah laporan. Itu kalau kami laporan, itu setiap hari,” kata Dudung dalam diskusi dengan Radio Elshinta, dikutip dari Tempo.co, Kamis (30/9/2021).

Dudung mengatakan Babinsa di lapangan telah dibekali tugas untuk deteksi dini, cegah dini, temu cepat, dan lapor cepat. Mereka juga diberi kemampuan pembinaan teritorial dengan radius 500 meter, 1 kilometer sampai 5 kilometer.

Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman. (Foto: KABNewsid)

“Di situ kami mengenal lingkungan, adaptasi lingkungan, menguasai lingkungan. Sehingga ketika ada terjadi sesuatu, ada perkembangan signifikan kegiatan salah satunya terpengaruh dengan komunisme, itu kami akan tahu duluan,” kata Dudung yang juga mantan Panglima Kodam Jaya ini.

Meskipun mengaku belum ada laporan terkait munculnya paham komunisme, namun Dudung mengatakan TNI tetap waspada. Kewaspadaan ini, kata dia, tak hanya dilakukan setiap September menjelang peringatan Gerakan 30 September  1965/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).

Ia justru mempertanyakan pihak-pihak yang hanya mengembuskan isu komunisme setiap 30 September saja. Padahal, ia mengatakan, yang harus diwaspadai justru bukan hanya kemunculan paham komunisme saja, tapi juga paham ekstrem kanan.

“Jangan kita mengalihkan ke PKI yang sudah dibubarkan dan saat ini, menurut saya, sudah tak ada, kemudian diembuskan kembali dengan dalil apa pun, seakan-akan itu ada. Ini kalau menurut saya kekhawatiran yang kedaluwarsa. Yang justru menghadirkan satu kebohongan yang disamarkan. Seakan-akan terus berulang dan ini benar, sehingga masyarakat percaya,” tandas Dudung Abdurachman.

Comment here