Kesehatan

PB IDI: PPKM Jelang Nataru Harus Ditingkatkan

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Ketua Satuan Tugas Panganganan Covid-19 atau Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu perlu ditingkatkan jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru. Hal ini untuk mencegah adanya kasus baru dan kematian Covid-19.

“Saya tidak setuju jika peningkatan PPKM tidak diperlukan. Apalagi atas alasan herd immunity yang sudah terbentuk. Lihat Singapura, Amerika dan Inggris. Mereka sudah capai herd immunity? Secara teoritis sudah. Tapi nyatanya jumlah kasus baru mereka itu masih tinggi banget,” katanya dalam cuitan di akun Twitter miliknya, Rabu (24/11/2021), dikutip dari Republika.co.id.

Indonesia memang dalam situasi yang cukup baik. Positivity rate rendah, jumlah kasus baru dan kematian juga rendah. Tapi jangan sampai masuk ke krisis Covid-19 lagi. “Mari bersimpati kepada orang-orang yang sekarat karena Covid-19 bahkan meninggal ketika itu atau saat ini,” kata dia.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 mengatakan kenaikan status PPKM ke Level 3 di semua wilayah Indonesia selama libur natal dan tahun baru. Langkah itu dilakukan untuk meminimalisir korban jiwa karena Covid-19. Sebab, tidak ada pihak yang menginginkan ada lonjakan kasus Covid-19 seperti pada Juli 2021.

Ilustrasi PPKM. (Foto: detikcom)

“Kenaikan level PPKM ini sebenarnya bukan untuk mematikan lahan satu atau menghidupkan lahan lainnya. Ini memiliki tujuan sebesar-besarnya agar nyawa manusia tidak ada yang hilang lagi,” ujar anggota Satgas Covid-19 Sub Bidang Mitigasi Falla Adinda saat mengisi konferensi virtual Dialog FMB9 Bertema Waspada dan Tetap Produktif di Akhir Tahun, Selasa (23/11/2021).

Falla mengatakan, ketika ada lonjakan kasus Covid-19, fasilitas kesehatan akan kebanjiran pasien. “Fasilitas kesehatan yang mulai drop lagi, tenaga kesehatan juga bisa terkena dampak, padahal mulai bisa melakukan tindakan operasi penyakit lain. Ini yang harus dijaga,” ujarnya.

Falla mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 bukan hanya lantaran masyarakat yang tidak menaati protokol kesehatan, melainkan juga karena mobilitas warga. Karena itu, pemerintah membatasi mobilitas warga sehingga tidak terjadi kerumunan.

Comment here