Hankam

PBB: Akan Ada Kehancuran Total di Afghanistan

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tiba-tiba memberi peringatan ke Taliban yang kini menguasai Afghanistan. Bahkan utusan khususnya untuk negeri itu, Deborah Lyons mengatakan akan ada kehancuran total, baik secara sosial ataupun ekonomi.

Ini terkait dengan pembekuan aset miliaran dolar milik negeri itu, yang dilakukan untuk mencegahnya sampai ke tangan Taliban. Hal tersebut diyakini memicu kemerosotan ekonomi yang parah dan mendorong jutaan lebih warga dalam kemiskinan serta kelaparan.

Ia mengatakan harus ada jalan yang dibuka agar uang itu mengalir ke Afghanistan. Namun pengamanan maksimal harus dilakukan agar tidak disalahgunakan.

“Ekonomi harus dibiarkan bernafas selama beberapa bulan,” katanya kepada Dewan Keamanan PBB, dikutip dari CNBC Indinesia, Kamis (9/9/2021).

“Memberi Taliban kesempatan untuk menunjukkan fleksibilitas dan keinginan tulus untuk melakukan hal-hal berbeda kali ini, terutama tentang HAM, gender dan kontra terorisme.”

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York Amerika Serikat. (Foto: expedia.co.id)

Afghanistan memiliki US$ 10 miliar aset yang terparkir di luar negeri. Ini dianggap bisa menjadi kunci barat menekan perilaku Taliban.

Salah satunya terpakir di bank sentral AS, The Fed. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) juga memblokir US$ 440 juta cadangan darurat baru Afghanistan.

“Taliban mencari legitimasi dan dukungan internasional. Pesan kami sederhana: (jika menginginkan) legitimasi, dukungan apa pun harus diperoleh,” kata Diplomat Senior AS Jeffrey DeLaurentis dalam forum yang sama di PBB.

Sementara itu, di saat Barat ‘menjepit’ Taliban, China merapat ke kelompok tersebut. Beijing memutuskan untuk memberikan bantuan dana sebesar US$ 31 juta.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Hua Chunyin menyebut bantuan berupa makanan, pasokan musim dingin, obat-obatan dan vaksin virus corona. Dilaporkan Negeri Panda itu akan memberikan tiga juta dosis vaksin segera ke Kabul.

“Untuk penggunaan darurat bagi rakyat Afghanistan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di forum pertemuan menlu negara tetangga Afghanistan, diberitakan Kamis (9/9/2021).

Hal ini juga dibenarkan Menlu China Wang Yi, di mana vaksin akan diangkut dalam satu gelombang. Meski begitu, belum dijelaskan secara rinci kapan vaksin-vaksin itu akan tiba.

China sendiri sudah mengadakan komunikasi intens dengan Taliban. Bahkan pemerintah pimpinan Presiden Xi Jinping itu pernah berdiskusi dengan kelompok tersebut dalam sebuah pertemuan 28 Juli lalu di Tianjin, beberapa hari sebelum Kabul diambil alih 15 Agustus.

Beberapa analis menganggap hubungan baik antara China dan Taliban ini dikarenakan kepentingan ekonomi Beijing yang sangat besar. Afghanistan sendiri memiliki banyak sumber daya alam yang belum dieksploitasi seperti tembaga, batu bara, kobalt, merkuri, emas, dan lithium, ditaksir senilai lebih dari US$ 1 triliun.

Comment here