HankamUncategorized

Pembentukan Angkatan Siber Masih Prematur, Kok Bisa?

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – “Meskipun usulan itu baik, tapi prematur untuk dibunyikan saat ini. Kalau mau dibentuk, harus jelas dulu keorganisasian dan tata kelolanya,” kata Khairul Fahmi seperti dilansir Kompas.com, Jumat (11/8/2023).

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) itu menilai, usulan pembentukan Angkatan Siber ini masih prematur. Fahmi sepakat bahwa pembangunan kekuatan siber penting untuk memperkuat ketahanan nasional serta kapabilitas pertahanan dan keamanan negara. Namun, menurutnya, masih banyak hal yang harus dikaji dan didiskusikan.

“PR (pekerjaan rumah) kita di bidang siber memang banyak. Kita mestinya mulai dari yang paling pokok, merumuskan visi siber negara ini secara komprehensif, bukan dinarasikan secara parsial-parsial begitu,” ujar Co-founder ISESS itu.

“Usulan pembentukan matra siber secara rasional memang didasarkan pada kalkulasi potensi ancaman militer dan hibrida. Sementara yang ada di kementerian atau lembaga itu kan menyangkut ancaman nonmiliter dan menjadi representasi kehadiran negara dalam pengelolaan ruang siber,” tandasnya.

Sebelumnya, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengusulkan pembentukan Angkatan Siber di TNI untuk melengkapi tiga matra yang sudah ada, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Usulan pembentukan Angkatan Siber itu dikeluarkan oleh Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto dalam Seminar Nasional Ketahanan Nasional Transformasi Digital Indonesia 2045 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2023).

“Saya diminta bicara tentang kemungkinan Indonesia seperti Singapura punya angkatan siber. Saya harus menawarkan roadmap-nya, apakah Indonesia nanti seperti Singapura punya angkatan siber melengkapi Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara,” ujar Andi.

Hal ini menyusul adanya kemungkinan Indonesia akan seperti Singapura yang memiliki digital and intelligence service sebagai angkatan keempat. Adapun usulan pembentukan Angkatan Siber masih dalam tahap awal. Sebab, beberapa kementerian atau lembaga memiliki unit siber tersendiri.

TNI Mengkaji

Menanggapi wacana tersebut, TNI mengaku sedang mengkajinya. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, usulan itu perlu dikaji secara ilmiah. “Ini harus dikaji secara ilmiah,” kata Kapuspen usai pelantikan perwira di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (9/8/2023).

Julius berkaca pada Amerika Serikat yang juga memiliki Angkatan Siber, selain juga Angkatan Laut, Marinir, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara. Oleh karena itu, menurut Julius, Mabes TNI sedang mengkaji terkait sumber daya manusia (SDM) apabila dibentuk Angkatan Siber. “Runutan SDM-nya seperti apa, tamtama, korps-nya apa, bintaranya apa, kemudian perwiranya, terus berjenjang, kemudian pengembangan kariernya seperti apa,” kata Julius.

“Jadi banyak yang perlu dikaji lebih dalam, untuk menuju ke sana mungkin bisa dibacarakan, dikaji lebih dalam,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto merespons positif usulan pembentukan Angkatan Siber di TNI. Ia mengatakan, hal itu merupakan usulan yang bagus. “Bagus, bagus,” kata Prabowo usai menerima tamu pengacara Hotman Paris di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2023).

Ilustrasi siber. (swa.id)
You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Comment here