Sport

Pemerintah Sudah Siapkan Keamanan Jelang PON Papua

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – “Semua masyarakat diharapkan dapat tenang, serta turut serta dalam menyukseskan pelaksanaan PON. Seluruhnya sudah dipersiapkan dengan baik dari segi keamanan maupun dari segi-segi teknis dan fasilitas yang diperlukan,” tutur Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md dikutip dari Tempo.co, Sabtu (25/9/2021).

Mahfud berharap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX dan Papernas XVI di Papua bisa berjalan aman dan lancar. Menurut dia, pemerintah sudah menyiapkan segala aspek keamanan. “Kita berusaha menutup setiap peluang sekecil apa pun untuk terjadi ketidaktertiban dan ketidakamanan,” ujar Mahfud yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Merespons potensi gangguan keamanan di sejumlah wilayah Papua, Mahfud meminta agar masyarakat tenang. Sebab, empat klaster wilayah yang menjadi lokasi kegiatan PON XX sampai saat ini kondusif. Mahfud menegaskan pemerintah telah memperkuat koordinasi dengan semua daerah yang mengirimkan kontingen. 

Venue PON XX di Papua. (Foto: Bola Beten)

PON XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI di Papua direncanakan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober 2021. Menko Polhukam dijadwalkan akan meninjau sejumlah lokasi pelaksanaan PON Papua. “Saya nanti akan melakukan gladi bersih sebelum tanggal resmi dibuka,” kata Mahfud terkait pesta olah raga yang akan berlangsung hingga 15 Oktober 2021 itu.

Jaminan Gubernur Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe juga menjamin keamanan para peserta PON XX dan Peparnas XVI di Papua. Lukas berharap PON dan Papernas bisa terselenggara dengan baik. “Menyangkut keamanan PON, Pemprov Papua bersama seluruh Forkompimda menjamin bahwa pelaksanaan PON XX Papua 2021 aman dan akan terselenggara dengan baik,” ujar Lukas Enembe kepada wartawan di Jayapura, dikutip dari detik.com, Jumat (24/9/2021).

Hal itu disampaikan Lukas Enembe usai memimpin rapat persiapan kunjungan Presiden Jokowi ke Jayapura, Sabtu (2/10/2021) mendatang, dalam rangka pembukaan PON XX Papua tahun 2021.

Lukas mengatakan bahwa saat ini masih ada gangguan kelistrikan dan telekomunikasi. Namun dia akan mengupayakan agar tidak ada gangguan selama pelaksanaan PON.

“Saya sudah bicara dengan Menteri Kominfo RI bahwa mereka akan berupaya untuk membangun jaringan komunikasi dari luar. Artinya bukan jalur jaringan yang biasa digunakan Telkom, tetapi ada jalur lain yang digunakan. Bukan jalur jaringan yang pernah gangguan akibat gempa itu,” terangnya.

Gubernur Lukas mengajak seluruh masyarakat Papua lebih khusus masyarakat pemilik hak ulayat tanah yang digunakan untuk venue PON XX Papua untuk tetap menjaga keamanan. Masalah hak ulayat akan diselesaikan setelah perhelatan PON XX dan Peparnas XVI.

“Setelah PON dan Peparnas, Pemprov Papua akan menyelesaikan semua persoalan hak ulayat tanah untuk pembangunan venue. Kami akan membayar kalau memang belum dibayar. Kami tidak akan membayar kalau ternyata memang sudah dibayarkan. Tidak boleh ada pembayaran dobel, itu melanggar hukum,” tambahnya.

Jaminan PB PON

Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) melalui Ketua II Roi Letlora juga memberikan jaminan keamanan kepada seluruh kontingen yang hadir di PON Papua 2020 mendatang. Roi menekankan situasi di lokasi-lokasi pertandingan yang akan digunakan dalam PON Papua bebas dari gangguan keamanan.

Roi menjelaskan beberapa kejadian, termasuk kerusuhan dan rentetan penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak berada dekat dengan venue PON. Begitu pula dengan insiden kebakaran Mapolsek Bandara Sentani.

“Kata siapa (Papua) tidak aman? Setahu saya semua baik-baik saja di sini. PB PON memastikan Papua aman. Ada rentetan penembakan, tapi itu lokasinya sangat jauh, harus naik pesawat atau jalan kaki berbulan-bulan. Kebakaran itu yang tidak disengaja oleh masyarakat dan tidak ada kaitannya dengan persiapan PON,” kata Roi dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (8/9/2021).

Jelang PON Papua 2020 yang akan bergulir secara resmi pada 2-15 Oktober, Roi mengakui ada banyak isu miring soal keamanan. Untuk itu, PB PON berkomitmen sejak awal menjaga keamanan pelaksanaan PON XX. “Masalah-masalah di kami cuma masalah hak ulayat yang belum dibayar. Itu hak ulayat yang memang belum dipenuhi pemerintah saat bangun venue dan sekarang sudah selesai,” sebutnya.

Roi yang juga membidangi keamanan PON 2020 menjelaskan, PB PON secara intensif berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Polhukam. Dalam pertemuan terakhir, juga sudah dilakukan pemetaan atas segala kemungkinan risiko yang terjadi bersama dengan TNI dan Polri.

Comment here