Hukum

Pemuda Bohong Dibegal Padahal Korban Open BO di Jaktim Jadi Tersangka!

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Aulia Rafiqi, seorang pemuda asal Bogor, Jawa Barat, membuat laporan palsu dirinya menjadi korban begal ke Polres Metro Jakarta Timur. Padahal, dia sebenarnya tertipu open BO. Akibat perbuatannya, Aulia kini ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah jadi tersangka,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan seperti dilansir detik.com, Ahad (10/10/2021).

Erwin mengatakan terhadap Aulia kini dilakukan penahanan di Mapolres Metro Jakarta Timur. Aulia dijerat Pasal 242 dan Pasal 220 KUHP tentang pembuatan laporan palsu. “Sudah ditahan. Dugaan memberikan keterangan dan/atau sumpah palsu dan/atau pengaduan palsu,” ujar Erwin.

Pemuda buat laporan palsu dibegal padahal korban open BO. (Foto: detikcom)

Berikut bunyi Pasal 220 dan Pasal 242 KUHP:

Pasal 220: Barang siapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu perbuatan pidana, padahal mengetahui bahwa itu tidak dilakukan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Pasal 242: Barang siapa dalam keadaan di mana undang-undang menentukan supaya memberi keterangan di atas sumpah atau mengadakan akibat hukum kepada keterangan yang demikian, dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Sebelumnya, Aulia Rafiqi mengaku disetrum oleh kawanan begal. Peristiwa itu, ujar Aulia, terjadi di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Polisi pun melakukan penyelidikan. Lokasi Aulia mengaku dibegal pun disusuri oleh polisi. Dari pengecekan lokasi hingga pemeriksaan kepada Aulia, terungkap Aulia Rafiqi membuat laporan palsu.

Hingga kini polisi masih mendalami motif Aulia Rafiqi dalam membuat laporan palsu tersebut. Namun dari video yang diterima detik.com, Aulia mengatakan telah membuat cerita fiktif.

“Dengan ini menyatakan bahwa laporan yang saya buat di Polres Metro Jakarta Timur bahwa saya dibegal dan disetrum oleh orang yang mengaku polisi adalah bohong atau hoaks,” kata Aulia dalam keterangan video.

Ternyata, Aulia sebenarnya kehilangan barang-barangnya karena cekcok open BO. Aulia kemudian menjelaskan kronologi awal dari laporannya tersebut. Dia menyebut saat itu awalnya melakukan open booking online (BO) seorang perempuan lewat aplikasi MiChat. Keduanya kemudian bertemu di sebuah apartemen di daerah Bekasi. Namun, kedua pihak kemudian berseteru karena adanya ketidaksesuaian tarif.

“Kejadian yang sebenarnya terjadi adalah awalnya saya MiChat dengan seorang perempuan dan open BO di Apartemen Kemang View Bekasi lantai 9 kemudian terjadi cekcok karena tidak sesuai kesepakatan,” terang Aulia.

Dari cekcok tersebut, muncul teman-teman dari pihak perempuan. Handphone dan uang Aulia Rafiqi lalu diambil oleh para pelaku.

Comment here