Politik

Pengurus Partai Ummat “Bedhol Deso”

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Pengurus Partai Ummat “bedhol deso” (berbondong-bondong meninggalkan desa). Setelah Wakil Ketua Umum Agung Mozin, dan Wakil Ketua Majelis Syuro Neno Warisman, sedikitnya 26 pengurus Partai Ummat besutan politikus senior Amien Rais di Kota Depok, Jawa Barat, mengundurkan diri.

Kabar pengunduran diri puluhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Ummat Kota Depok itu telah dibenarkan oleh Syahrial Chan selaku Wakil Ketua DPD Partai Ummat Kota Depok.

“Iya. Mayoritas pengurus membubarkan diri. Dijamin kebenarannya, Partai Ummat Depok akhirnya karam,” mata Syahrial dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (9/10/2021).

Selain Syahrial, mereka yang mengundurkan diri umumnya merupakan jajaran dewan pengurus Partai Ummat tingkat daerah Kota Depok mulai dari wakil ketua, sekretaris, hingga bendahara.

Logo partai Ummat. (Foto: CNN Indonesia)


Selain pengunduruan diri pengurus di jajaran DPD, empat perwakilan partai di tingkat kecamatan atau DPC juga membubarkan diri. Yakni DPC Partai Ummat Kecamatan Cilodong, DPC Partai Ummat Kecamatan Beji, DPC Partai Ummat Kecamatan Pancoran Mas, dan DPC Partai Ummat Kecamatan Sukmajaya.

Syahrial menjelaskan, pengunduran dirinya dan beberapa pengurus lain karena DPP Partai Ummat dinilai tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan, terutama dualisme pengurusan Partai Ummat di daerah.

“Kemunduran sahabat-sahabat pengurus karena berbagai persoalan yang tidak mampu diselesaikan oleh DPP. Ditambah statemen Waketum (Wakil Ketua Umum) kemarin di media yang mengatakan ada dualisme,” kata Syahrial.

Dia mengaku sakit hati dengan keputusan DPP Partai Ummat yang memasukkan sejumlah pihak, padahal tak pernah ikut dalam proses Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Bukan hanya di Depok, kasus tersebut, kata Syahrial juga banyak terjadi di kepengurusan partai tingkat kabupaten/kota lain, terutama di Jawa Barat.

“Kasusnya mirip-mirip. Di saat kita sudah bekerja malah disuruh berbagi struktur dengan kelompok yang sama sekali tidak punya andil apa pun saat pendirian partai. Jadi wajar bertanya kenapa memaksakan kami,” kata dia.

Sebelumnya, pengunduran diri pengurus juga terjadi di tingkat DPP Partai Ummat. Agung Mozin dan Neno Warisman mundur dari posisinya, masing-masing sebagai Wakil Ketua Umum dan Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat.

Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi membantah ada perpecahan di tubuh partainya. Ia menyebut mundurnya sejumlah anggota dan kader adalah hal kecil.

“Insyaallah itu persoalan yang kecil, ini bukan kami takabur, tapi insyaallah persoalan yang kecil,” kata Ridho di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2021).

Amien Rais Tetap Kalem

Sementara itu, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais tidak kaget dengan pengunduran diri puluhan pengurus partainya. Amien menyebut mundurnya para kader, termasuk Neno Warisman, adalah sesuatu yang biasa dalam politik.
“Jadi, saya dalam jam terbang pengalaman berpolitik, ini sesuatu yang biasalah,” kata Amien dalam wawancaranya yang diunggah di kanal YouTube Karni Ilyas Club dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (11/10/2021).

Meski demikian, Amien tidak menjawab secara gamblang mengenai alasan banyaknya kader yang mengundurkan diri. Ia hanya mengaku sudah mengenal anatomi para eks-kader Partai Ummat yang mengundurkan diri tersebut. “Kalau kasus Neno lain lagi, kalau Agung Mozin kita sudah memotret, ya sudah,” katanya.    

Comment here