Kesehatan

Pria Asal Kudus Jual Ginjal ke India Seharga Rp175 Juta, Begini Nasibnya!

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Belum menikmati hasil, keburu ditangkap polisi. Itulah Nasib yang dialami pria asal Kudus, Jawa Tengah, berinisial RA (25), yang akan menjual ginjalnya seharga Rp175 juta. RA ditangkap polisi di Bandar Udara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (5/12/2023), saat hendak terbang ke India, seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (9/12/2023).

Selain RA, polisi juga menangkap pria bernama Mulyaji yang menjadi penghubung kasus perdagangan organ tubuh.

Tersangka Mulyaji (25) ditangkap dalam kasus dugaan penjualan ginjal ke India. Mulyaji merupakan penghubung kepada koordinator berinisial EC yang masih dalam pengejaran Mabes Polri, Jumat (8/12/2023). (Kompas.com)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Sumaryono mengatakan, dari keterangan RA, awalnya dia mengikuti sebuah akun di media sosial yang menawarkan jual beli ginjal. Di akun medsos itu terdapat calon pembeli dan koordinator yang diindikasikan berada di India.

RA menawarkan diri untuk menjual ginjalnya. RA kemudian diminta mengecek kondisi ginjalnya ke laboratorium dan hasilnya dinyatakan sehat. Transaksi kemudian diatur oleh koordinator berinisial EC, dengan harga Rp175 juta. Dari jumlah itu, RA baru menerima uang Rp10 juta. RA kemudian diminta untuk pergi ke India bersama dengan Mulyaji.

Pengambilan ginjal diduga akan dilakukan di India. Dalam kasus ini, Mulyaji berperan sebagai penghubung antara RA dengan pembeli ginjal dan EC. “Proses pengambilan ginjal kemungkinan di luar negeri. Ini diamankan sebelum ke luar negeri, yang mana tujuannya ke India untuk operasi besar,” kata Sumaryono saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Jumat (8/12/2023) sore.

Kepada polisi, RA mengaku ingin menjual ginjalnya untuk membiayai saudaranya yang sakit. Polisi menyita barang bukti berupa uang Rp10 juta, ponsel berisi bukti percakapan, dan nomor rekening. Mulyaji telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 2 juncto Pasal 10 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp600 juta.

Comment here