Ekonomi

Profil Tiga Pengusaha Muda yang Bergabung ke TPN Ganjar-Mahfud

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – “Hari ini saya mengumumkan orang yang selama ini bekerja siang malam yang bertugas untuk memastikan para pimpinan TPN dapat bekerja dan mengambil keputusan yang tepat untuk memenangkan Ganjar-Mahfud,” kata Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid usai Rapat Pimpinan Parpol Koalisi Capres-Cawapres Ganjar-Mahfud di Gedung High End, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2023), seperti dilansir Tempo.co.

Arsjad mengumumkan deretan nama pengusaha muda yang bergabung ke dalam struktur tim pemenangannya. Siapa saja mereka. Berikut daftar nama tiga pengusaha muda yang bergabung dengan TPN Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.

Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo (TPNGP) Arsjad Rasjid serta Wakil Ketua TPNGP Andika Perkasa dan Gatot Eddy Pramono memberikan keterangan saat meresmikan Media Center TPNGP di jalan Cemara No 19 Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (15/10/2023). Dalam keterangannya, rumah pemenangan tersebut digunakan sebagai pusat informasi Ganjar Pranowo untuk Pemilu 2024. (Tempo.co)

Regi Wahyu

Regi Wahyu memiliki latar belakang sebagai serial entrepreneur, CEO sebuah perusahaan teknologi data dan blockchain. Regi juga tercatat sebagai pemenang Bloomberg New Economy 2021 karena dinilai sebagai seorang pengusaha serial yang bertekad untuk menciptakan dampak yang mengubah dunia melalui teknologi eksponensial.

Regi merupakan lulusan Universitas Padjadjaran, jurusan Bisnis Manajemen lulus (1994-1999), Singularity University, Nasa Research Center, Executive Program (2014), dan MIT Sloan School of Management, Advance Certificate Program (2014-2018).

Latar belakang profesional Regi adalah Founder & CEO Hara Token (2018-sekarang), Co-Founder & CEO Dattabot (2015-sekarang), Asia Pacific Regional Director DUPONT (2007-2010).

Regi berpengalaman di organisasi sebagai Staf Khusus Ketua Umum Kadin Indonesia, kemudian Kepala Divisi Teknologi dan Data Perpani, serta Kepala Divisi Teknologi dan Sistem BP3 Pemuda Pancasila.

Sejumlah penghargaan pernah diraih Regi, di antaranya Penghargaan Bloomberg New Economy Catalyst 2023, Penghargaan ASEAN BAC-Inclusive Business 2021, Penghargaan Ashoka Fellow 2018, dan Penghargaan Endeavor Enterpreneur 2016.

Regi mengaku bersedia membantu TPN Ganjar-Mahfud karena dia percaya sosok capres dan cawapres ini akan mencetak CEO-CEO muda pada masa depan. Juga mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga pasar internasional. “Saya percaya bahwa Pak Ganjar dan Pak Mahfud adalah representasi kita, yang menikmati proses untuk mencapai sesuatu yang besar dan memberikan dampak,” kata Regi.

Bagas Adhadirga

Bagas Adhadirga lahir di Magetan, Jawa Timur, 6 September 1984, dikenal sebagai pengusaha muda sukses di dunia aviasi. Bagas memiliki segudang pengalaman profesional di antaranya, Founder dan CEO PT Asia Aero Technology yang bergerak di bidang pengembangan dan pelayanan bandara udara.

Kemudian, Abhayagiri dan Sumberwatu Heritage yang bergerak di bidang tourism dan hospitality, lalu Drone Design dan Manufacturer INTAI. Selain itu, Bagas juga dikenal sebagai Design Engineering Aeordinamika di BIRU System Infrastructure IT dan Dinamika Aviasi Indonesia, serta Maintenance, Repair dan Operation Organization Prizma Engineering Aerodinamika.

Bagas juga memiliki pengalaman organisasi di antaranya, yakni Ketua Bidang Hubungan Internasional Periode 2016-2019 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Sekretaris Jenderal HIPMI Periode 2019-2022.
Bagas juga aktif di Asean Young Entrepreneur Council (AYEC) sebagai Council sejak Tahun 2017 hingga sekarang dan menjabat Chairman AYEC sejak 2022 sampai sekarang.

Di Gerakan Pramuka, Bagas pernah menjabat Bendahara Nasional 2017-2020, Majelis Pembimbing Daerah DIY 2020 higga sekarang, dan Wakil Ketua Saka Dirgantara Nasional Urusan Bina Usaha 2020 hingga saat ini. Bagas juga aktif organisasi Rumah Millennials sebagai Advisor sejak Tahun 2020 hingga kini.

Dharmaji Suradika

Selain itu, TPN Ganjar-Mahfud juga menunjuk Dharmaji Suradika sebagai Ketua Deputi Tim Pemenangan Muda (TPM).

Aji, panggilan Dharmaji, saat ini menjabat co-founder sekaligus CEO dari start-up nonprofit Pemimpin.id. Ia mendirikan start-up tersebut pada Juli 2019. Usaha tersebut bertujuan untuk memberdayakan para pemuda Indonesia. Pada tahun yang sama, ia juga sempat bekerja sebagai Executive Director di DeepTech Foundation.

Sebelum mendirikan Pemimpin.id, Dharmaji bekerja di Siemens Indonesia sebagai Sales Manager. Ia bertanggung jawab pada penjualan turbin uap dengan target customer seperti Pertamina, PLN, pabrik gula, pabrik kelapa sawit, hingga perkebunan.

Aji sebelumnya menuntut ilmu S2 ke Jerman pada 2012. Di sana, ia meraih gelar Master of Engineering dari University of Applied Sciences Emden/Leer. Sebelumnya ia meraih gelar sarjana teknik mesin dengan penjurusan konversi energi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Saat kuliah, Aji juga menyibukkan dirinya dengan berorganisasi. Pada 2008, ia menjadi ketua divisi organisasi mahasiswa Mesin ITS Autosport (MAUTS). Saat itu ia pernah bertindak sebagai ketua panitia event terbesar Teknik Mesin ITS bernama Indonesia Mechanical Innovation Challenge.

Saat kuliah S2 di Jerman, Aji menjadi anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman. Di sana, ia bertanggung jawab sebagai ketua international conference PPI Jerman pertama yang bernama ICONIC.
Aji melihat Ganjar dan Mahfud adalah duet yang tepat untuk menjadi presiden dan wakil presiden yang tidak hanya mendengar suara anak muda. Namun juga diturunkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan dan program-program yang akan membantu generasi muda menyongsong masa depan yang lebih baik.

Di TPM Ganjar-Mahfud, Aji tidak sendirian, salah satu direktur yang membantunya adalah Fitria Aldiani yang memiliki latar belakang di Lembaga Swadaya Masyarakat nasional dan internasional. Saat ini Fitria bekerja sebagai peneliti yang memegang proyek Bappenas. Fitria selalu berhadapan dengan kelompok-kelompok rentan.

Sejak berkuliah di Universitas Indonesia, dia memiliki kepedulian, terutama pada perempuan yang selalu mendapatkan ketidakadilan dalam berbagai macam faktor. Sebagai seorang ibu muda dari generasi milenial, Fitria mau turut berkontribusi untuk mewujudkan negara yang mendukung kesejahteraan, kesehatan ibu, dan anak.
“Meningkatkan kualitas pendidikan. Karena ibu dan anak-anak adalah kunci dari keberhasilan sebuah keluarga yang melahirkan putra-putri terbaik bangsa,” kata Fitria.

Comment here