Jaga Budaya

Pulihkan Desa Wisata, Kemparekraf Siapkan Langkah Strategis

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Desa wisata harus bisa menjadi kontributor dalam pemulihan ekonomi dan kita berlomba terus dengan waktu,” kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf), Vinsensius Jemadu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI terkait Desa Wisata yang dipantau secara daring, dikutip dari BeritaSatu.com, Senin (13/9/2021).

Kemparekraf memang tengah menyiapkan langkah strategis dan cepat untuk membantu pemulihan desa wisata yang terdampak pandemi Covid-19.

Desa wisata merupakan kawasan yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di pedesaan dengan segala potensinya.

Menurutnya, pengembangan desa wisata terbagi lima, pertama, perwilayahan optimalisasi pemanfaatan ruang kawasan desa wisata dan sekitarnya. Kedua produk, peningkatan kualitas 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas).

Ketiga, pelayanan, layanan yang berkualitas melalui penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Keempat, pengelolaan, desa wisata yang kolaboratif. Kelima pemasaran, yang terpadu (branding, advertising dan selling).

Kawasan perkemahan di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, akan ditata. (Foto: beritasatu.com)

Pengembangan desa wisata diestimasi dapat menciptakan tambahan 0,06% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional akibat pengeluaran wisatawan nusantara maupun mancanegara. menambah pendapatan rumah tangga (0,03%) terhadap konsumsi RT dalam PDB dan kesempatan kerja (0,26% dari tenaga kerja nasional).

Capaian Kemparekraf tahun 2020 telah melakukan 3.428 orang pendampingan pengembangan SDM pariwisata di desa wisata yang tersebar di 27 provinsi. Sebanyak 16 lokasi desa wisata telah sertifikasi desa wisata berkelanjutan.

Sementara target dan program tahun 2021 adalah 1.300 orang pendampingan SDM pariwisata di desa wisata, pengembangan SDM parekraf mandiri melalui wirausaha dan 67 lokasi.

Program tahun ini adalah pengembangan Jejaring Desa Wisata (Jadesta), sertifikasi desa wisata berkelanjutan dengan target 16 desa, Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021, pelatihan atau workshop inovasi dan kewirausahaan di 50 desa wisata.

Selain itu juga fasilitasi pembuatan website desa wisata di 13 desa wisata di Danau Toba, dukungan homestay kepada 8 homestay percontohan di kawasan Borobudur serta penyusunan profil dan pemetaan awal dewa wisata Danau Maninjau.

Kemparekraf akan menjadikan data desa wisata yang ada di laman www.jadesta.com sebagai wadah sekaligus arah dalam penyusunan rencana pengembangan semua desa wisata di Indonesia.

“Bersama kita wujudkan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan. Sehingga desa wisata bisa menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional demi kesejahteraan rakyat untuk Indonesia Bangkit,” jelas dia.

Demi mewujudkan itu semua Kemparekraf telah bersinergi dengan beberapa kementerian/lembaga, perguruan tinggi dan organisasi kepariwisataan dalam pengembangan desa wisata.

Comment here