Ekonomi

Punya Utang Rp 517 M, Sjamsul Nursalim Penuhi Panggilan Satgas BLBI

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Obligor atau debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sjamsul Nursalim memenuhi panggilan Satuan Tugas (Satgas) BLBI terkait utang-piutang negara, Rabu (15/9/2021). Sjamsul memiliki utang ke negara sebesar Rp 517,72 miliar.

Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Tri Wahyuningsih Retno Mulyani mengatakan, Sjamsul diwakili oleh kuasa hukumnya. “Diwakili kuasa hukum dan sudah legalisasi KBRI Singapura,” katanya dalam keterangan tertulis dikutip dariĀ detik.com, Rabu (15/9/2021).

Ilustrasi Sjamsul Nursalim. (Foto: detikcom)

Sementara, obligor lain yakni Sujanto Gondokusumo tidak memenuhi panggilan Satgas BLBLI. Sujanto memiliki utang ke negara sebesar Rp 904,47 miliar.

Berikut daftar obligor yang dipanggil Satgas BLBI:

1. Obligor/Debitur: Sujanto Gondokusumo (Bank Dharmala)

– Pemanggilan ke-2 – tidak hadir

– Jumlah Utang: Rp 904.479.755.635,85

2. Obligor/Debitur: Sjamsul Nursalim

– Diwakili kuasa hukum dan sudah legalisasi KBRI Singapura

– Jumlah Utang: Rp 517.723.869.934,70

Sjamsul sendiri menyita perhatian publik beberapa waktu lalu. Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan penyidikan perkara kasus BLBI yang menjerat Sjamsul Nursalim. Ini merupakan SP3 atau Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan pertama yang dikeluarkan KPK.

“Hari ini kami akan mengumumkan penghentian penyidikan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka SN (Sjamsul Nursalim),” ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/4/2021).

Sjamsul sebelumnya berstatus tersangka bersama istrinya, Itjih Nursalim, dalam kasus dugaan korupsi terkait BLBI. Sjamsul dan Itjih dijerat sebagai tersangka karena diduga menjadi pihak yang diperkaya dalam kasus BLBI yang terindikasi merugikan keuangan negara Rp 4,58 triliun. Sjamsul merupakan pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

Comment here