Hukum

Putri Istri Sambo Dieksekusi ke LP Pondok Bambu, Bisa Punya Kamar Mewah

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pondok Bambu, Jakaarta Timur. Apa dia bisa memiliki kamar mewah seperti yang pernah dimiliki koruptor Artalyta Suryani saat menginap “tidak gratis” di sana?

Diberitakan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan mengeksekusi Putri Chandrawati, tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ke LP Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu (23/8/2023).

“Iya (sudah dieksekusi) per hari kemarin,” kata Kepala Kejari (Kajari) Jakarta Selatan Syarief Sulaeman Nahdi, Kamis (24/8/2023), seperti dilansir Kompas.tv.

Kejari Jaksel melaksanakan eksekusi tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) tanggal 8 Agustus 2023, yang menjatuhkan pidana selam 10 tahun penjara dari sebelumnya 20 tahun penjara terhadap Putri Candrawathi.

Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo. (Kompas.tv)

Putusan MA tersebut diketahui sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah, sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) selanjutnya mengeksekusinya sesuai putusan tersebut.

Selain Putri, terdakwa lain dalam kasus tersebut yang hukumannya dipotong oleh MA juga menunggu proses eksekusi. Terdakwa lain tersebut ialah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, suami Putri Chandrawati, yang diputus penjara seumur hidup dari sebelumnya hukuman mati.

Selain itu, MA juga meringankan putusan dua terdakwa lainnya, yakni Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf. Hukuman Ricky Rizal menjadi lebih ringan yaitu pidana penjara selama delapan tahun dari sebelumnya 13 tahun.
Sementara Kuat Ma’ruf, yang juga asisten rumah tangga Putri Candrawathi, diringankan hukumannya dari sebelumnya pidana penjara 15 tahun menjadi 10 tahun.

Yang memutus perkara itu adalah Ketua Majelis Hakim Suhadi bersama empat anggota majelis hakim, yakni Suharto, Jupriyadi, Desnayeti, dan Yohanes Priyana.

Sebelumnya, Ricky Rizal mengajukan kasasi pada 2 Mei 2023; Putri Candrawathi mengajukan permohonan kasasi pada 9 Mei 2023; dan Kuat Ma’ruf menyusul mengajukan permohonan kasasi pada 15 Mei 2023. Ketiganya mengajukan permohonan kasasi atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menolak banding dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap ketiga terdakwa.

Adapun Artalyta Suryani alias Ayin adalah mantan narapidana korupsi karena menyuap jaksa Urip Tri Gunawan dalam kasus korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang melibatkan Sjamsul Nur Salim. Ayin adalah tangan kanan Sjamsul.

Comment here