Jaga Budaya

Rare Bali, Festival Budaya Anak-Anak

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Bali adalah sebuah pulau di Indonesia yang terkenal akan kekayaan pariwisatanya, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Bahkan, beberapa turis mancanegara lebih mengetahui Bali dibandingkan dengan negara Indonesia-nya sendiri.

Luas wilayah Bali hanya sekitar 5.561 kilometer persegi, atau 0,3 persen dari keseluruhan luas wilayah Indonesia. Meskipun begitu, Bali menyimpan begitu banyak kekayaan alam yang dapat disuguhkan sebagai daya tarik para wisatawan.

Tidak hanya itu, Bali juga mempunyai tradisi dan nilai nilai budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakatnya. Beberapa contoh tradisi yang sering dilakukan di Bali adalah sebagai berikut.

Pawai Ogoh-Ogoh, yaitu pawai yang dilakukan pada malam pengerupukan atau malam satu hari sebelum Hari Raya Nyepi.

Budaya Omed-Omedan yang hanya dilaksanakan di Desa Pakraman Sesetan, Denpasar Selatan.

Budaya Melayangan yang dilakukan oleh para pemuda di Bali pada khususnya, serta masyarakat Bali pada umumnya.

Keunikan Bali sebagai tempat pariwisata ditunjang dengan semakin banyaknya festival pariwisata, yang memuat tentang nilai-nilai budaya masyarakat Bali. Festival tersebut identik dengan atraksi budaya, kegiatan yang menginspirasi, atau sekadar pamer budaya.

Festival sendiri merupakan gabungan dari rangkaian peristiwa, yang tidak hanya pergelaran seni, musik, kostum dan tari-tarian saja, tetapi juga meliputi perasaan orang-orang yang berkumpul untuk merayakan hal yang sama.

Sebuah festival umumnya memiliki tema-tema yang menarik dan berbeda setiap diadakannya. Biasanya pelaksanaan festival hanya berlangsung setahun sekali, dengan kegiatan yang berbeda-beda, namun tetap tujuannya sama, yaitu pamer budaya.

Bentuk Promosi

Sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah, Bali mengemas hal tersebut dalam sebuah festival yang beragam jenisnya. Setiap tahunnya, Bali selalu menyuguhkan jenis-jenis festival dengan tema unik dan menarik perhatian wisatawan.

Dikutip dalam jurnal Festival Sebagai Daya Tarik Pariwisata Bali milik Putu Sucita Yanthy dan Putu Diah Kesumadewi, seperti dilansir Kumparan.com, Senin (6/9/2021), berikut adalah festival terkenal yang sering dilaksanakan di beberapa daerah di Bali, yaitu:

1.    Badung: Festival Budaya Pertanian, Nusa Dua Fiesta, dan Legian Festival.

2.    Gianyar: Lebih Beach Festival, Bali Spirit Festival, dan Ubud Food Festival.

3.    Tabanan: Festival Seni Tanah Lot “Beleganjut Festival”.

4.    Bangli: Festival Danau Batur.

5.    Denpasar: Denpasar Festival dan Pesta Kesenian Bali.

Festival Rare Bali

Salah satu festival yang rutin dilangsungkan setiap tahunnya oleh masyarakat Bali adalah Festival Rare Bali. Kegiatan ini merupakan parade budaya anak-anak yang bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional, yang saat ini mulai terlupakan.

Festival Rare Bali adalah festival yang mengutamakan kepentingan anak-anak sebagai generasi penerus budaya Bali, yang diharapkan mampu memahami nilai peradaban yang tersimpan dalam kebudayaan daerahnya.

Festival Rare Bali adalah festival yang diselenggarakan mengedepankan kepentingan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (Foto: Kumparan.com)

Penamaan festival ini berasal dari kata Rare, yakni anak-anak yang berperan sebagai cikal bakal alih generasi penerus budaya yang ada. Jika tidak ditanamkan wawasan tentang budaya sejak usia dini, dikhawatirkan budaya asli tergeser oleh globalisasi.

Bersamaan dengan visi kota Denpasar yang merupakan kota kreatif berwawasan budaya, festival ini digelar setiap tahunnya dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, sekaligus bentuk promosi budaya kepada wisatawan mancanegara.

Setiap tahun tema dari pelaksanaan festival ini berbeda-beda, namun sejatinya tetap berpegang teguh pada tujuan yang satu, yaitu melestarikan budaya bangsa, mulai dari permainan tradisional hingga tradisi dan budaya masyarakat setempat.

Comment here