Jaga Budaya

Renovasi Gedung Capai Rp6,5 Miliar, Ini Kata Kemdikbudristek

Editor: Rudi S Kamri

Jakarta, KABNews.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) merenovasi seluruh ruangan yang terletak di Lantai 2 Gedung A, Kemdikbudristek di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan. Salah satu ruangan di lantai dua yang direnovasi adalah ruang kerja Mendikbudristek Nadiem Makarim. Kontroversi pun merebak. Lalu apa kata Kemdikbudristek?

Dalam pesan teks kepada KABNews.id, Sabtu (11/9/2021), Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BHKM) Kemdikbudristek Anang Ristanto menyatakan, renovasi yang dilakukan pada keseluruhan Lantai 2 Gedung A Kemdikbudistek merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2021 yang mengamanatkan penggabungan unsur Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Plt Kepala BHKM Kemdikbudristek Anang Ristanto (Foto: medcom.id)

“Hal ini menyebabkan adanya perubahan struktur organisasi dan penambahan Pimpinan Tinggi Madya/Pejabat Eselon I Staf Ahli Menteri sebanyak 6 orang. Renovasi dilakukan untuk menyiapkan ruangan bagi para pejabat baru beserta tim kerjanya, sekretariat tata usaha pimpinan, ruang kerja Staf Khusus Menteri, serta ruangan Menteri,” jelas Anang.

Selain itu, kata Anang, urgensi penataan ruangan di Lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek adalah untuk menghadirkan lingkungan kerja yang aman dan sesuai dengan protokol Kesehatan Covid-19. 

Berdasarkan data Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa, renovasi pada lingkungan Gedung A terakhir kali dilakukan untuk memperbaiki ruangan Perpustakaan yang berada di lantai 1 pada tahun 2016. “Serta pembongkaran relief di Plasa Insan Berprestasi pada tahun 2019. Sedangkan renovasi pada ruangan kerja Menteri dan para Staf Ahli sudah lama tidak dilakukan,” kata Anang.

Namun, Komisi X DPR RI menilai renovasi Gedung Kemendikbud Ristek itu bukan kebutuhan urgen. “Eggak urgen menurut saya ya? Setahu saya kantor kementerian masih cukuplah untuk dipakai walaupun belom direnovasi dalam tempo lama,” kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda dikutip dari detik.com, Jumat (10/9/2021).

Huda meminta Kemendikbud Ristek untuk melakukan penghematan. Dia juga meminta anggaran itu dibatalkan. “Saya setuju dengan semangat penghematan, dan kalau belum kontrak, saya kira dibatalkan saja,” ujarnya.

Comment here