Hukum

Rizal Ramli dan Amien Rais Datangi KPK Tanyakan Kasus Gibran dan Kaesang, Gibran Tantang Buktikan

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Yo wis, laporkan saja kalau ada buktinya, ya dibuktikan,” kata Walikota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka yang tak lain putra sulung Presiden Joko Widodo, seperti dilansir detik.com, Selasa (22/8/2023).

Ia menanggapi langkah mantan Ketua MPR RI Amien Rais dan mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli dan kawan-kawan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (21/8/2023), yang salah satu tujuannya adalah menanyakan kasus dugaan korupsi Gibran dan adiknya, Kaesang Pangarep, yang pernah dilaporkan akademisi Ubedillah Badrun.

Gibran mempersilakan siapa pun membuat laporan ke KPK. Gibran juga mengingatkan tentang bukti-bukti. “(Ada bukti baru) Silakan, bagus, bagus dibuktikan saja. Khawatir apa. Enggak, dibuktikan saja kalau ada bukti yang valid. Ya buktinya apa saja, aku enggak tahu,” katanya.

Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. (Instagram@Kaesang)

Gibran mengaku siap bila harus memenuhi panggilan KPK terkait dugaan korupsi. Dia menegaskan tidak akan ke mana-mana. “Iya silakan (dipanggil), yo wis dilaporkan wae kita ‘kan enggak pernah menghalangi-halangi, Aku yo ora mlayu (lari) ning ngendi,” terang Gibran.

Sebelumnya, Amien Rais yang juga Ketua Majelis Syura Partai Ummat dan Rizal Ramli bersama sejumlah orang menyambangi Gedung KPK di Kuningan, Jakarta, Senin (21/8/2023), untuk menanyakan kelanjutan laporan terhadap dua putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Rizal menyatakan awalnya mereka meminta bisa bertemu dengan pimpinan KPK untuk menjelaskan soal laporan tersebut. Namun, permintaan tersebut ditolak. “Tapi mereka ketakutan, ketemu saja enggak punya nyali. Alasannya lagi sibuk, humas sibuk . Humasnya sibuk ngapain Pak, ketemu kita saja enggak berani,” kata Rizal di lobi Gedung KPK seperti dilansir Tempo.co.

Rizal menyatakan bermaksud mempertanyakan proses laporan dugaan korupsi dengan terlapor dua putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Laporan tersebut dibuat oleh dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ),Ubedillah Badrun, pada Januari 2022.

“Tapi niat baik kami dan harapan baik kami ternyata disambut dengan negatif. Disambut dengan arogansi, kesombongan birokrasi. Kami jadi tahu sebenarnya KPK ini enggak berani ngadepin yang kuat. Itulah kenapa tahun yang lalu datang ke sini minta supaya dituntaskan kasus pengaduan KKN dari Gibran dan Kaesang, keluarga Jokowi,” ujar Rizal.

Ubedillah Badrun mengaku bawa bukti baru

Ubedillah Badrun juga hadir dalam rombongan Amien Rais dan Rizal Ramli ke KPK itu. Dia mengaku memiliki bukti baru soal laporannya terhadap Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Dia menyatakan ingin menyampaikan langsung bukti tersebut kepada pimpinan KPK.

“Hari ini kita menagih janji dan menambah beberapa informasi yang harus ketemu langsung dengan pimpinan KPK, tidak bisa diwakilkan yang lain. Ternyata hari ini pimpinan KPK enggak ada satu pun yang berani ketemu kita,” kata dia.

Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan Rizal Ramli cs bermaksud untuk menyampaikan aduan. Namun, menurut dia, setelah diarahkan ke petugas, mereka memutuskan batal untuk membuat laporan tersebut. “Mereka sudah ditemui petugas, namun pada akhirnya tidak jadi menyampaikan aduannya,” kata Ali

Ali mengatakan, KPK akan terus membuka ruang dengan sangat terbuka bagi setiap warga masyarakat yang ingin menyampaikan aduan dugaan tindak pidana korupsi. Namun tentunya sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku, sehingga layanan publik dapat berlangsung dengan tertib. “Dalam mekanismenya, KPK pun akan melindungi identitas para pelapor, sebagai bentuk perlindungan, kecuali justru pelapor sendiri yang mempublikasikan identitasnya,” jelas Ali kepada awak media.

Comment here