Politik

Rocky Gerung Dituduh Fitnah dan Serang Pribadi Romo Benny

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Pernyataan Rocky Gerung, Adhie M Massardi dkk yang menuduh Romo Benny Soesatyo ikut campur masalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai cermin tidak tahunya mereka akan batasan mana yang bisa dikritisi dan mana yang tidak, serta sebagai penilaian yang tidak berdasarkan fakta, berbau fitnah dan telah menjurus kepada upaya memecah-belah sesama anak bangsa.

Demikian Pergerakan Advokat Nusantara atau Perekat Nusantara dalam rilisnya, Rabu (24/11/2021). Perekat Nusantara terdiri dari antara lain Zainal Abidin, Achmad Dipalanga, Daniel T Masiku, Mansyur Arsyad, Petrus Salestinus, Erick S Paat dan Carel Ticualu.

Rocky Gerung dan Adhie M Massardi dinilai mereka telah menuduh tanpa dasar, tanpa didukung fakta-fakta bahkan memutarbalikan fakta, serta telah menyerang pribadi Romo Benny secara tidak proporsional, seolah-olah Romo Benny telah merilis komentar negatif tentang MUI melalui chanel YouTube RKN Media.com.

“Terhadap tuduhan yang tidak berdasar dan bersifat mengadu-domba atau memecah-belah antar-pribadi dan kelompok, apa pun alasannya, ada konsekuensi hukum dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” kata Petrus Selestinus.

Petrus Selestinus. (Foto: Independensi)

Karena seluruh konten YouTube RKN Media tanggal 20 November 2021, katanya, adalah konten YouTube yang seluruhnya berisi komentar dan kritik konstruktif Hendardi, Ketua Setara Institute terhadap MUI terkait tindakan kepolisian Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri terhadap beberapa terduga teroris, tanpa ada komentar apa pun dari Romo Benny.

Adu Domba

Sikap berlebihan dan mengarah kepada upaya memecah-belah, bahkan mencoba menarik institusi atau organ lain secara tidak bertanggung jawab dalam komentar konstruktif dari Hendardi tentang MUI dan terorisme, tegas Petrus Selestinus, adalah buah dari cara berpikir kerdil, tidak jujur, pengecut dan provokatif ala Rocky Gerung dkk.

“Rocky Gerung dkk mengeksploitasi posisi Romo Benny sebagai minoritas yang dianggap sebagai sasaran tembak yang empuk guna memenuhi syahwat politik praktis Rocky Gerung dkk, seolah-olah Romo Benny mengintervensi persoalan internal MUI, padahal dalam konten YouTube itu, tidak ada sama sekali nama, wajah atau pun narasi dari Romo Benny,” papar Petrus.

“Ini cara pandang yang sesat, dungu dan bebal, tanpa melihat atau mengabaikan fakta-fakta. Rocky Gerung dkk hanya melihat Romo Benny sebagai minoritas, dijadikan sasaran tembak untuk melampiaskan nafsu politik, mengadu-domba Romo Benny dan MUI dengan target yang lebih digdaya dari sekadar masalah hukum dan penegakan hukum murni yang dilakukan Densus 88,” lanjut Petrus.

Oleh karena itu, kata Petrus, Rocky Gerung dkk harus mencabut penilaian yang dungu dan bebal serta meminta maaf kepada Romo Benny dan pihak ketiga lainnya, karena secara error inpersona dan salah alamat menuduh Romo Benny dengan memanipulasi fakta atau memandang remeh fakta-fakta hukum dan fakta sosial yang ada.

“Terkesan Rocky Gerung dkk tidak berani mengomentari konten YouTube RKN Media tanggal 20 November 2021 yang seluruhnya berisi komentar konstruktif dari Hendardi tentang MUI dan terorisme, lalu mencari kambing hitam mendiskreditkan Romo Benny dan pihak lainnya demi target yang lebih besar. Inilah politik praktis Rocky Gerung dkk yang hidup dari isu-isu remeh-temeh  dari satu isu ke isu lain,” tandas Petrus.

Comment here