Hukum

Roy Suryo Tolak Damai soal Cuitan ‘Eks Menteri Sebodoh Ini’ Ferdinand

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Roy Suryo melaporkan mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ke Polda Metro Jaya. Mantan anggota DPR RI itu memastikan tidak akan berdamai dengan Ferdinand Hutahaean.

“(Laporan) FH ini, insya allah kami enggak akan restorative justice,” kata Roy Suryo di Polda Metro Jaya, Jakarta, dikutip dari detik.com, Senin (20/9/2021).

Roy Suryo beralasan langkah tegas ini untuk memberi efek jera kepada Ferdinand. Selain pidana, Roy Suryo berencana menggugat Ferdinand Hutahaean secara perdata. “Kami akan terus persoalkan ini, akan pidana yang bersangkutan. Bahkan nanti teruskan ke pasal lain jadi bukan hanya pidana, tapi juga perdata,” ujar Roy.

Ferdinand Hutahaean dilaporkan Roy Suryo terkait cuitannya pada 14 September 2021 lalu. Dalam cuitannya itu, Ferdinand menuliskan ada mantan menteri dengan logika berpikir yang bobrok.

Roy Suryo polisikan Ferdinand Hutahaean. (Foto: detikcom)

Selain itu, Ferdinand menuliskan soal adanya mantan menteri yang membawa pulang barang-barang milik negara ke rumah pribadi. Roy Suryo mengaku memiliki bukti cuitan itu ditujukan kepadanya, meski Ferdinand Hutahaean tidak menyebutkan namanya di cuitan tersebut.

“Saudara FH ini sudah sangat keji dan kejam menuliskan itu secara vulgar. Maka hari ini laporannya sudah diterima di Polda Metro Jaya. Jadi ini laporan saya terbaru atas dugaan pencemaran nama baik, penghinaan, dan penyiaran kabar bohong,” ujar Roy Suryo.

Ferdinand Hutahaean dilaporkan Roy Suryo atas dugaan pelanggaran Pasal 301 dan Pasal 302 KUHP. Eks-kader Partai Demokrat ini juga dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 45 Undang-Undang (UU) No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yakni tentang pencemaran nama baik dan fitnah.

“Kenapa fitnah? Karena selain di hate speech membodoh-bodohi saya dan menggoblok-goblokan saya, dia juga menulis dan menuduh saya membawa barang-barang ke rumah dari kantor,” terang Roy Suryo.

“Faktanya hal yang dia sebut itu sudah inkrah lama. Mei 2019 pihak Pengadilan Negeri Jaksel sudah memutuskan kasus itu inkrah. Pihak pelapor Imam Nahrawi itu yang bersangkutan sudah cabut laporannya karena tidak ada bukti dan memang itu fitnah dan yang bersangkutan bahkan bayar perkara. Jadi kasus panci itu sudah inkrah di Mei 2019,” tambahnya.

Laporan Roy Suryo  telah diterima di Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregister dengan nomor: STTLP/B/4639/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal: 20 September 2021.

Comment here