Politik

Rudi S Kamri Duga Pengeroyok Ade Armando Eks-HTI dan FPI

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Pegiat media sosial Rudi S Kamri geram. Pasalnya, seorang sahabatnya bersama Ade Armando, menjadi korban pengeroyokan massa dalam aksi unjuk rasa massa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/42022). Rudi menduga, pelaku pengeroyokan Ade Armando adalah orang-orang yang tidak menyukai pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bahkan lebih spesifik lagi, Rudi menduga pelaku pengeroyokan Ade Armando adalah pengikut eks-Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI).

“Hari ini saya membuat breaking news dengan nada marah, karena sahabat saya dipukuli orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Rudi S Kamri dalam program “Breaking News” KAB TV bertajuk, “Inilah Provokator yang Menganiaya Ade Armando!” yang tayang di YouTube, Senin (11/4/2022) malam.

Seperti dirinya, kata Rudi, Ade Armando menolak wacana penundaan Pemilu 2024, perpanjangan masa jabatan Presiden, atau Jokowi 3 Periode, sebab itulah maka dosen komunikasi Universitas Indonesia (UI) itu datang ke arena demonstrasi mahasiswa karena misinya sama. “Persis seperti saya yang menolak penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan, atau presiden 3 periode. Karena misinya sama persis dengan yang disampaikan mahasiswa, maka Ade datang untuk mendukung supaya wacana itu tidak diteruskan,” tukasnya.

Sayangnya, kata Rudi, dalam aksi demo itu ada “kadrun-kadrun” yang menyusup, kemudian mereka menganiaya Ade Armando, bahkan menelanjangi pegiat media sosial itu. “Saya mengecam keras aksi anarki sekelompok manusia yang berkelakuan seperti hewan itu. Itu kelakuan yang biadab, dan sudah kita duga, makanya sejak awal saya wanti-wanti adik-adik mahasiswa jangan sampai disusupi. Penyusup ini adalah kelompok-kelompok anti-pemerintah. Kelompok kadrun, enggak jelas. Ada kelompok purnawirawan TNI yang hanya segelintir orang, tapi sok berorasi. Kita tahu kok, siapa di belakang mereka,” sesal Rudi.

“Kadrun” atau kadal gurun adalah sebutan bagi mereka yang tidak menyukai Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019. “Presiden 3 periode? Sudah final kok, Presiden tidak mau, tidak minat. Beberapa hari lalu saya sempat bercengkeramah dengan Ade Armando, dan kami punya kesamaan untuk menjaga Indonesia. Kami menolak penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden atau presiden 3 oeriode,” papar Rudi yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB).

“Rasanya hati saya tercabik-cabik melihat sahabat saya dipukuli, ditelanjangi, diinjak-injak seperti itu. Itu kelakuan manusia biadab,” lanjut Rudi.

Sebab itu, ia minta kepada aparat kepolisian untuk segera menindak tegas pelakunya dan menyeret mereka ke pengadilan. “Karena videonya jelas, identifikasi pelakunya jelas, seharusnya aparat kepolisian tidak sulit untuk membekuk mereka. Mereka harus diberikan pelajaran. Saya menduga kelompok-kelompok itu, kalau tidak kelompok Anarko ya eks-HTI, eks-FPI, kelompok-kelompok yang otaknya sempit, yang tidak mencintai Indonesia,” urainya.

“Mereka tidak mengerti demokrasi. Mereka hanya mengerti anarki. Itu yang ada di otak mereka,” tambah Rudi masih dengan nada geram.

Rudi lalu minta dukungan semua pihak untuk men-support dan mendoakan sahabatnya, Ade Armando supaya segera sembuh dan pulih dari trauma. “Untuk istri dan anak Ade Armando mudah-mudahan tabah, ini cobaan di bulan Ramadan,” cetusnya.

Di sisi lain, sejujurnya Rudi menyayangkan Ade Armando yang datang ke lokasi demo tanpa pengawalan memadai. “Karena kita tahu, orang-orang seperti kami, saya dan juga Ade Armando, banyak yang mengidolakan, tapi banyak pula yang membenci. Harusnya Ade Armando dikawal. Tapi ini sudah terjadi. Polisi harus mengusut tuntas. Kita tidak mau Indonesia ini berdarah-darah. Kami hanya ingin Indonesia damai di bawah Pancasila dan Merah Putih yang penuh keberagaman,” tandas Rudi.

Comment here