Politik

Rudi S Kamri Soal Klaim Jokowi Gabung PAN: Seperti Kacang Lupa Kulitnya!

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – “Sekarang Pak Jokowi itu partainya PAN. Sudah enggak yang lama, ribut terus. PAN partai yang suka gembira,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di hadapan kadernya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (9/12/2023), seperti dilansir sejumlah media.

Ya, Zulhas, panggilan akrab Menteri Perdagangan itu, mengeklaim Presiden Joko Widodo sekarang bergabung dengan PAN. Jokowi, kata dia, keluar dari keanggotaan partai sebelumnya karena ribut terus. Diketahui Jokowi adalah kader PDI Perjuangan.

Rudi S Kamri. (KABNews.id)

Apa yang dikatakan Zulhas itu pun mendapat respons dari Rudi S Kamri, pegiat media sosial, pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Kanal Anak Bangsa TV. Jika benar klaim Zulhas itu, maka Rudi mengaku sangat menyayangkan. “Artinya, seperti yang pernah dibilang FX Hadi Rudyatmo (mantan Walikota Surakarta yang kini Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Surakarta, red) bahwa Pak Jokowi seperti kacang lupa kulitnya, tidak tahu berterima kasih,” kata Rudi S Kamri di Jakarta, Senin (11/12/2023).

Betapa tidak? Menurut Rudi, saat Jokowi ikut kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Surakarta dua kali (2005 dan 2010), PDI Perjuangan-lah yang mengusung Jokowi yang saat itu bukan siapa-siapa, hanya dikenal sebagai seorang pengusaha mebel. “Begitu pun pada Pilkada DKI Jakarta 2012 dan Pemilihan Presiden 2014 dan 2019, PDIP pula yang mengusung Pak Jokowi. Anaknya, Gibran Rakabuming Raka menjadi Walikota Surakarta, dan menantunya, Bobby Nasution menjadi Walikota Medan, juga yang mengusung PDIP. Artinya, PDIP dan ketua umumnya Ibu Megawati Soekarnoputri sangat berjasa kepada Pak Jokowi dan keluarganya sehingga bisa berhasil mencapai posisi sekarang ini. Kalau kemudian dia meninggalkan PDIP dan bergabung dengan PAN, alangkah tidak tahu berterima kasihnya Pak Jokowi,” cetus Rudi.

Di pihak lain, kata Rudi, PAN adalah partai yang tidak pernah mendukung Jokowi dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2012 serta Pilpres 2014 dan 2019, dan kalaupun kemudian di akhir-akhir periode pertama dan periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, PAN akhirnya bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi, itu semata-mata karena PAN haus kekuasaan.

“Kalau benar apa yang dikatakan Zulkifli Hasan, ini contoh buruk bagi loyalitas seseotang untuk menjadi negarawan. Alih-alih bisa menjadi seorang negarawan, kalau itu terjadi bahwa Pak Jokowi meninggalkan atau berkhianat terhadap PDIP dan melupakan jasa PDIP dan Ibu Megawati, berarti Pak Jokowi meninggalkan legasi yang buruk bagi loyalitas seorang kader partai,” sesalnya.

Soal klaim Zulhas bahwa PAN partai yang suka gembira, menurut Rudi, hal itu juga tidak tepat-tepat amat. Pasalnya, kata Rudi, PAN adalah partai yang pernah dirundung duka (masalah). “Bahkan seorang pendirinya, Amien Rais, yang tak lain adalah besan Zulhas, didepak dari PAN. Mereka pecah kongsi,” tandasnya.

Comment here