Hukum

Saksi: Robin Eks-KPK Sebut Kasus Tanjungbalai Diurus Taliban

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Mantan Walikota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M Syahrial, mengaku pernah mendapat informasi dari mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju perihal tim yang menangani kasus dugaan korupsi lelang jabatan di Tanjungbalai yang melibatkan dirinya adalah tim Taliban.

Syahrial menyampaikan itu saat menjadi saksi untuk terdakwa Stepanus dan Maskur Husain di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021), dikutip dari CNNIndonesia.com.

“(Terdakwa Robin) pernah sampaikan inisial penyidik kasus saksi? Atau istilah penyidik pernah disampaikan?” ujar jaksa KPK, Heradian Salipi. “Di kasus saya saat itu disebutkan Taliban Pak, ‘Taliban ini’,” jawab Syahrial.

Eks penyidik KPK Robin Patuju klaim kasus korupsi Tanjungbalai yang diurus Taliban. (Foto: CNN Indonesia)

Stepanus dan Maskur Husain diadili karena didakwa telah menerima suap dari Syahrial untuk membantu menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi lelang jabatan di Tanjungbalai. Namun, perkara itu tetap diproses KPK hingga menetapkan Syahrial sebagai tersangka.

Adapun tim penyidik KPK yang menangani kasus dugaan korupsi lelang jabatan ini adalah Novel Baswedan dkk. Saat menangani perkara itu, Novel dkk menemukan bukti keterlibatan Stepanus yang menerima suap dari Syahrial. Atas dasar itulah, Stepanus diseret ke muka persidangan dan dipecat dari KPK.

Dalam persidangan ini, Syahrial menyatakan tidak mengetahui siapa saja penyidik yang masuk ke dalam ‘tim Taliban’ tersebut. “Yang tangani ‘tim Taliban’, diterangkan enggak sama terdakwa siapa?” tanya jaksa. “Dibilangnya Taliban-lah, sulit ini masuknya,” jawab Syahrial.

Dalam perkara ini, Stepanus bersama Maskur Husain didakwa menerima hadiah atau janji berupa uang dengan jumlah keseluruhan Rp 11.025.077.000dan US$36ribu.

Total uang itu diterima Stepanus dan Maskur dari beberapa pihak terkait dengan lima perkara korupsi yang ditangani lembaga antirasuah itu. Dua di antaranya dari Syahrial dan mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Comment here