Hankam

Sejak Jabat Presiden, Jokowi Belum Pernah Lantik Matra Laut Jadi Panglima TNI

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Isu pergantian Panglima TNI semakin menyeruak ke publik dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan semakin dekatnya masa pensiun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada November 2021. Dua nama yang santer disebut sebagai calon terkuat yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Berbeda dengan politikus PDI Perjuangan Effendi Simbolon yang mendorong Andika, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Partai Demokrat Anton Sukartono Suratto berpandangan, jabatan Panglima TNI bisa diisi dengan dua pendekatan. Pertama, pendekatan bergiliran antar-matra sebagaimana bunyi Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Terdapat 10 ayat dalam pasal tersebut yang mengatur mulai dari TNI dipimpin oleh seorang Panglima, hingga pengangkatan dan pemberhentian Panglima. “Perwira tinggi tiap-tiap angkatan dapat bergantian menjabat Panglima,” kata Anton seperti dilansir SindoNews.com, Rabu (9/7/2021).

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. (Foto: liputan6.com)

Kedua, Anton melanjutkan, pendekatan presiden yang bisa menggunakan hak prerogatifnya. Sejak Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI pada 2014, sudah tiga kali jabatan Panglima TNI berganti. Namun, tak sekalipun dalam periode tersebut, matra Angkatan Laut menjabat Panglima TNI.

“Sebelumnya, Panglima TNI diisi Jenderal Gatot Nurmantyo serta Jenderal Moeldoko yang keduanya berasal dari matra Angkatan Darat. Saat ini, jabatan Panglima TNI diisi dari matra Angkatan Udara, Marsekal Hadi Tjahjanto,” terangnya.

Diakui Anton, memang dari ke 3 kepala staf matra TNI yang ada saat ini, yang paling terlihat performanya adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa, baik upaya Andika dalam meningkatkan keahlian para prajurit di TNI AD maupun pembenahan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan matra Angkatan Darat.

Namun, sambung dia, kinerja KSAL Laksamana Yudho Margono juga bagus, karena berani mengambil sikap tenang dan berperan aktif menjaga stabilitas keamanan di perairan wilayah NKRI yang salah satunya dengan melakukan pengawasan kapal asing yang menerabas masuk ke wilayah teritorial Indonesia bahkan mengamankan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dari pencurian sumber daya alam tanpa izin.

“Pak Yudo berkomitmen memastikan TNI akan terus menjaga Laut China Selatan agar terus kondusif, walaupun saat ini Republik Rakyat China tengah membuat rancangan undang-undang (RUU) soal penjaga pantai atau coast guard yang akan ditugaskan pemerintah negeri tirai bambu itu di Laut Cina Selatan,” papar Anton.

Comment here