Hankam

Starstreak, Rudal Anti Pesawat Tercepat TNI AD yang Sanggup Lindungi Kepulauan Natuna dari Berbagai Ancaman

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Starstreak kini menjadi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tercanggih yang dimiliki oleh militer Indonesia khususnya TNI Angkatan Darat (AD).

Saat ini Starstreak digunakan di beberapa Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) TNI AD di seluruh Indonesia.

Dilansir dari Zonajakarta.com, Sabtu (4/9/2021), rudal anti-pesawat Starstreak merupakan alutsista yang tergolong baru.

Starstreak sendiri merupakan rudal anti-pesawat yang berkualifikasi Short Range Air Defense (SHORAD).

Artinya, rudal anti pesawat Starstreak memiliki daya jangkau yang relatif pendek dan dapat dikategorikan sebagai Man Portable Air Defense System (MANPADS).

Akan tetapi, Starstreak sudah digunakan ampuh oleh militer Inggris untuk menjaga pangkalannya di seluruh dunia.

Selain itu, senjata Starstreak merupakan sistem pertahanan udara kombinasi berlapis yang dapat diduetkan dengan Medium Air Defence System dan Long Air Defence System sebagai payung udara.

Starstreak adalah senjata buatan perusahaan Thales Air Defence dari Inggris tahun 1986.

Tujuan penggunaan Starstreak adalah untuk melengkapi sistem pertahan udara pada masanya yang bersifat mobile.

Strastreak. (Foto: zonajakarta)

Dalam arti senjata rudal anti-pesawat seperti Starstreak dapat digerakkan secara cepat dan terintegrasi langsung oleh pusat komando.

Ini yang menjadikan Starstreak sebagai senjata SHORAD tercanggih sampai saat ini yang telah digunakan oleh berbagai negara di dunia.

Pengguna dari Starstreak adalah Inggris, Afrika Selatan, Thailand, Malaysia dan Indonesia.

Starstreak bagi TNI AD merupakan alutsista rudal anti-pesawat yang memiliki kemampuan khusus.

Starstreak memiliki label sebagai High Velocity Missile (HVM) yang artinya rudal ini memiliki kecepatan tinggi dalam peluncurannya.

Starstreak memiliki kecepatan Mach 3,5 sampai Mach 4 atau sekitar 3.500 – 4.000 km/jam dalam sekali tembak.

Selain memiliki daya tembak dengan kecepatan tinggi, Starstreak memiliki daya jangkau sampai 7 kilometer dan sanggup menghantam target di ketinggian sampai 5 kilometer.

Untuk teknologi tracing, Starstreak menggunakan beberapa platform seperti radar pendeteksi yang langsung dihubungkan dengan rudal secara command control.

Di jajaran militer dunia, Starstreak dikenal sebagai senjata multiplatform yang artinya dapat dipasang di berbagai wahana seperti helikopter serang, vehicle armored sampai tank jenis ringan.

Selain itu, dalam beberapa latihan berbagai unsur TNI, terlihat bahwa Starstreak digunakan di Kepulauan Natuna.

Dalam latihan di Kepulauan Natuna tersebut, Starstreak dipakai sebagai Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI.

Sampai saat ini sudah banyak Yon Arhanud TNI AD yang memakai Starstreak, salah satunya Yon Komposit 1 Gardapati di Ranai Natuna, Kepulauan Riau.

Comment here