Ekonomi

Stok Gula Aman hingga Lebaran, Tapi Harga Naik

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Gula kristal putih atau gula pasir konsumsi saat ini menjadi komoditas pangan yang cukup mengkhawatirkan lantaran pasokannya menipis. Hal ini disebabkan panen tebu baru akan berlangsung pada pertengahan tahun ini. Padahal puasa dan Lebaran 2022 jatuh awal April dan Mei.

Dikutip dari Kompas TV, Rabu (9/3/2022), di gerai ritel modern dan pasar tradisional di Palmerah, Jakarta Barat, gula pasir dalam kemasan dibanderol dengan harga Rp 13.500 per kilogram. Setiap pembeli hanya diizinkan membeli maksimal 2 kg.

Harga gula pasir tersebut tak lagi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar Rp 12.500 per kg.

Sementara di pasar tradisional, gula pasir curah yang sudah dikemas dalam plastik ukuran 1 kg dijual seharga Rp 14.000-Rp 15.000 per kg. Meski harga tinggi dan pembelian dibatasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pasokan dan stok gula mencukupi hingga 2,6 bulan ke depan. Stok itu juga sudah menghitung kebutuhan Puasa dan Lebaran.

Ilustrasi gula. (Foto: Shutterstock)

Direktur Bahan Pokok dan Penting Kemendag Isy Karim sebelumnya menyatakan, stok gula saat ini berjumlah lebih dari 671.000 ton. “Ketahanan stok selama 2,6 bulan ke depan,” katanya, Senin (7/3/2022).

Sebagai gambaran, kebutuhan gula konsumsi per bulan dalam kondisi normal adalah 225.000 ton. Namun saat masa Puasa dan Lebaran kebutuhannya meningkat dari biasanya.

Diketahui, pada akhir tahun lalu ditetapkan kuota impor gula mentah untuk bahan baku GKP mencapai 891.627 ton untuk tahun 2022 ini. Namun, hingga kini belum terlihat dampak dari impor tersebut ke harga, karena harga rata-rata gula sebesar Rp 14.100 per kg sudah berlangsung sejak awal Januari lalu.

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat mengatakan, untuk kebutuhan Puasa dan Lebaran, pengusaha gula bisa bilang stok gula saat ini relatif cukup.

Meski demikian, dia meminta kepada Kemendag untuk memonitor izin impor gula yang sudah diberikan sejak awal tahun ini apakah sudah direalisasikan atau belum. “Kehadiran stok dari impor gula ini bisa memperkuat stok gula dalam negeri yang ada saat ini,”kata Budi.

Comment here