Jaga Budaya

Sujiwo Tejo Kenalkan Ratu Kalimanyat Calon Pahlawan Nasional

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Ratu Kalimanyat yang merupakan tokoh asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akan diusulkan Kembali untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebutkan kajian akademis terhadap jejak keberadaan Ratu Kalinyamat telah tuntas dan siap digunakan sebagai dokumen penguat usulan Pahlawan Nasional untuk tokoh asal Jepara itu.

“Kajian sudah selesai, sekarang tinggal menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mengajukan kembali Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional,” kata Lestari saat Focus Group Discussion (FGD) bertema “Ratu Kalinyamat” di Semarang, Jawa Tengah, dikutip dari CNNIndonesia, Senin (4/10/2021).

Lestari yang karib disapa Rerie itu mengatakan kajian akademis ini dilakukan sebagai pendukung fakta atas penolakan terhadap usulan yang pernah disampaikan ke Kementerian Sosial yang menganggap sosok tersebut hanya sebatas mitos. Tugas lain yang harus dilakukan dalam upaya merealisasikan usulan Pahlawan Nasional tersebut, kata dia, di antaranya menyosialisasikan sosok Ratu Kalinyamat.

Budayawan Sujiwo Tejo. (Foto: CNN Indonesia)

Salah satu yang terlibat dalam sosialisasi itu adalah budayawan Sujiwo Tejo yang juga hadir dalam FGD bertema Ratu Kalinyamat di Semarang tersebut. “Masa depan poros maritim, kita tidak bisa ke sana tanpa pijakan masa lalu,” kata Sujiwo Tejo.

Menurut Sujiwo, ternyata sejarah poros maritim di Indonesia ada di Ratu Kalinyamat yang menghadapi Portugis di abad ke-15. Sujiwo mengaku bertugas untuk menyosialisasikan Ratu Kalinyamat melalui budaya kepada masyarakat. “Sosialisasi ke ke teman-teman wayang, ke teman-teman kesenian,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rerie menilai pelibatan Sujiwo Tejo dalam memopulerkan Ratu Kalinyamat ini bertujuan agar ketokohannya bisa lebih dikenal masyarakat. Menurut dia, masih ada banyak hal tentang Ratu Kalinyamat yang belum secara komprehensif diketahui masyarakat.

Ia menilai sudah saatnya Ratu Kalinyamat mendapat tempat dan citranya bisa berubah. “Oleh karena itu penting untuk melibatkan budayawan dalam mengomunikasikan dengan para pegiat budaya lainnya,” katanya.

Pelibatan budayawan, sambungnya, juga bertujuan untuk menarasikan dengan kearifan lokal dan budaya. Rerie menjelaskan masih banyak fakta tentang ketokohan Ratu Kalinyamat yang tidak diketahui secara komprehensif oleh masyarakat. “Masih ada pemahaman yang kurang pas. Tokoh ini masih dikonotasikan dengan erotisme,” katanya.

Selain itu, kata dia, Ratu Kalinyamat juga mampu meletakkan dasar-dasar dalam melawan kolonialisme melalui kekuatan maritim. Berbagai hal tentang citra Ratu Kalinyamat tersebut, kata dia, masih ada yang harus diluruskan.

Sementara kepada Pemerintah Kabupaten Jepara, ia meminta harus menjadi garda terdepan dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional tersebut.

Comment here