Politik

Survei Caketum PBNU: Marzuki Mustamar Teratas, Said Aqil Urutan Ketiga

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id -Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad menyambut baik munculnya banyak calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) jelang Muktamar NU pada 23-25 Desember nanti di Lampung. Hal ini sekaligus menepis anggapan regenerasi kepemimpinan di NU macet.

“Munculnya banyak calon menjelang Muktamar NU hal yang sehat. Ini menunjukkan dinamika dan proses regenerasi berjalan. Jadi tidak benar kalau dikatakan proses regenerasi di NU mandeg,” katanya seperti dilansir¬†merdeka.com, Selasa (12/10/2021).

Rumadi menyambut baik adanya survei mengenai bursa calon Ketum PBNU. Dia mengatakan, hal ini sebagai hiburan demokrasi.

Muktamar NU. (Foto: Merdeka.com)

“Kalau ada survei tentang calon Ketum PBNU, itu sih saya anggap sebagai hiburan demokrasi saja,” ucapnya.
Rumadi menambahkan, banyak pekerjaan rumah NU ke depan yang mesti diurus. Penataan organisasi pun perlu terus diperkuat.

“NU perlu terus memikirkan agar kehadirannya tetap relevan di tengah arus perubahan yang begitu cepat,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan tak ada batasan periode untuk menjadi Ketum PBNU. Hal tersebut tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

“Dalam AD/ART NU tidak ada batasan periode menjadi Ketua Umum PBNU,” tandasnya.

Sementara itu, Survei Lembaga Institute for Democracy and Strategic Affairs (INDOSTRATEGIC) memaparkan bursa calon Ketum PBNU. Survei tersebut dilakukan pada periode 25 Maret-5 April 2021 lalu dengan basis 1200 responden dan tingkat kepercayaan 95%, serta margin error 3%.

Di antara 30,2% total responden yang merasa memiliki kedekatan dengan NU, berikut hasil survei Ketum PBNU favorit pilihan warga Nahdliyin:

1. KH Marzuki Mustamar (24,7%).

2. KH Hasan Mutawakkil Alallah (22,2%).

3. KH Said Aqil Siradj (14,8%).

4. KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha (12,4%).

5. KH Yahya Cholil Staquf (3,7%).

6. KH Marsyudi Syuhud (1,2%); KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan (1,2%); KH Ali Maschan Moesa (1,2%);

7. Tidak Tahu/Tidak Jawab (18,5%).

Comment here