Hankam

Tegas! Prabowo Paparkan Sikap RI Soal Laut China Selatan

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto memaparkan sikap Indonesia mengenai sengketa dan potensi konflik di wilayah Laut China Selatan (LCS) dan juga Selat Taiwan.

Hal ini ia tegaskan dalam forum 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Regional Security Summit: The Manama Dialogue 2021 yang digelar di Bahrain.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menggambarkan kedua konflik yang melibatkan ketegangan China dan Amerika Serikat (AS) ini dengan istilah ‘gajah di dalam ruangan’. Hal ini ia sampaikan mengingat LCS dan Selat Taiwan dapat menjadi perang terbuka kapan saja.

Prabowo juga menegaskan Indonesia mengetahui kepentingan Washington (AS) untuk menjaga stabilitas dunia ini. Meski begitu, di sisi lain, Prabowo juga menegaskan China merupakan sebuah kekuatan besar yang saat ini tumbuh dan memiliki kepentingan nasionalnya. “Kami mengakui kepentingan AS sebagai salah satu kekuatan utama yang mengatur belahan bumi,” ujar mantan Danjen Kopassus itu dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (22/11/2021).

Menhan RI Prabowo Subianto Saat IISS Manama Dialogue 2021. (Foto: Tangkapan Layar Youtube The International Institute for Strategic Studies)

“Namun kami juga mematuhi kebijakan One China Policy. Kami mengakui kepentingan inti Beijing yang sah, dan kami mendukung serta menghormati tempat yang tepat bagi Beijing sebagai kekuatan dunia yang besar,” tambahnya.

LCS dan Selat Taiwan telah menjadi potensi konflik besar dalam beberapa waktu terakhir. Di LCS, Beijing mengklaim hampir seluruh LCS, laut yang dilalui perdagangan triliunan dolar setiap tahun, sebagai teritorinya. Hal ini mendapatkan pertentangan besar dari claimant state (negara pengklaim) lainnya seperti Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

Sementara itu, kondisi di Selat Taiwan memanas akibat mulai masuknya ratusan jet tempur China ke wilayah pertahanan pulau itu. China juga mengklaim pulau itu merupakan wilayah integral kedaulatannya.

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng memberikan sinyal mengenai invasi Beijing ke wilayah itu pada 2025 mendatang. Ia menyebut masuknya pesawat milik China itu merupakan tanda-tanda yang jelas mengenai invasi. “Ini adalah situasi terberat yang pernah saya lihat dalam lebih dari 40 tahun kehidupan militer saya,” kata Chiu dalam sesi legislatif bulan lalu.

Comment here