Hankam

TNI AU Borong 6 Pesawat Latih Tempur T-50 Golden Eagle Buatan Korea Selatan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) segera membeli 6 unit pesawat tempur T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan yang bekerja sama dengan Lockheed Martin, Amerika Serikat (AS). Namun meski dibuat dengan bantuan Lockheed Martin, militer AS sendiri tidak menggunakan T-50 ini.

Pembelian 6 unit T-50 Golden Eagle ini telah dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan. “Ini merupakan kontrak pengadaan yang kedua, dan kelanjutan kerja sama dengan perusahaan Korea Aerospace Industries (KAI),” ucap Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan Marsma TNI Penny Radjendra dikutip dari zonajakarta.pikiran-rakyat.com (13/9/2021).

Kerja sama antara Kemhan RI dan KAI bukanlah hal baru, melainkan sudah terjalin sejak 2014 silam. Tahun 2014 itu pertama kali Indonesia menerima 16 unit pesawat latih tempur lead-in fighter training jenis T-50i Golden Eagle dari Korsel.

Pesawat tempur T 50i Golden Eagle. (Foto: Kompas.com)

Tahun ini, Kemhan RI mengupayakan pembelian 6 unit tambahan T-50i Golden Eagle untuk memperkuat TNI AU. “Untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan TNI AU, tahun 2021 Kementerian Pertahanan melanjutkan kerja sama tersebut dengan rencana penambahan enam unit pesawat tempur T-50i dengan KAI,” lanjut Penny.

Pengadaan pesawat T-50i merupakan upaya Kemhan RI untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat stratetis bagi TNI AU. “Hal tersebut dalam rangka menyiapkan penerbang-penerbang tempur yang andal dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dari Sabang sampai Merauke,” jelas Penny.

KAI akan memasok enam jet latih tempur canggih T-50 ke TNI AU secara bertahap mulai 16 Desember 2021 hingga 30 Oktober 2024.

Spesifikasi

Dikutip dari tni-au.mil.id, T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih supersonik buatan AS-Korsel. Pengembangan pasawat ini 13% dibiayai oleh Lockheed Martin, 17% oleh Korean Aerospace Industries, dan 70% oleh pemerintah Korsel.

Pesawat tempur ringan ini biasa digunakan dalam program latihan bagi para pilot angkatan udara yang akan menerbangkan jet tempur F-16s, F-22s dan F-35. Sebagai pesawat latih tempur, T-50 Golden Eagle tetap bisa digunakan untuk melakukan penyerangan.

Melansir Airforce Technology, pesawat latih tempur T-50 Golden Eagle memiliki tujuh cantelan eksternal yang bisa digunakan untuk membawa senjata. Rel peluncuran di ujung sayap bisa membawa rudal AIM-9 Sidewinder.

Rel peluncuran senjata di bagian tengah bisa membawa pod roket, rudal udara-ke-udara misalnya AGM-65 Maverick atau peluncur roket.

Pada pesawat T-50 Golden Eagle versi A-50 LIFT juga dipasang meriam M61 20 mm dan pistol di bagian belakang kokpit yang bisa membawa 205 butir munisi. Bagian kokpit T-50 Golden Eagle sudah dilengkapi kontrol fly-by-wire digital dan hand on throttle and stick.

Tampilan kokpit juga telah mencakup dua tampilan multifungsi Honeywell 127 mm berwarna, tampilan instrumen Honeywell dan HUD yang menggunakan BAE Systems. Dengan fitur tersebut, T-50 bisa digunakan untuk pelatihan pilot pesawat tempur generasi sekarang dan berikutnya.

T-50 Golden Eagle memiliki kapasitas dua awak kokpit dengan pembangkit oksigen on board dan kursi pelontar. T-50 Golden Eagle menggunakan mesin General Electric F404-GE-102 turbofan dengan daya dorong 1.770 pounds dan after burner 11.000 pounds.

Pesawat ini memiliki kecepatan maksimal 1.600 km per jam dengan berat beban 14 ton. Pesawat latih tempur T-50 Golden Eagle juga bisa terbang dengan ketinggian 55 ribu kaki sama seperti jet tempur F-16 buatan AS.

Comment here