Politik

TNI Disebut Beri Bisikan ke AHY, Kubu Moeldoko: Jika Benar, TNI dalam Kondisi Membahayakan Negara

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id -Partai Demokrat (PD)  kubu Moeldoko mengatakan akan mengonfirmasi pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa soal kabar TNI terlibat dalam politik praktis.

Sebab, jika yang disebutkan AHY sebuah kebenaran, itu berarti TNI berada dalam kondisi kritis dan membahayakan keamanan negara.

Demikian Juru Bicara Moeldoko untuk Partai Demokrat M Rahmad seperti dilansir Kompas TV, Rabu (24/11/2021).

“Kami justru ingin minta konfirmasi ke Panglima TNI, apakah benar petinggi TNI rajin memberi masukan kepada AHY dan Demokrat?” ujar Rahmad.

“Jika benar, maka TNI berada dalam kondisi kritis dan membahayakan keamanan negara,” lanjutnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat memberi sambutan di pembukaan Dexa Award Science Scholarship 2021 secara virtual, Rabu (30/6/2021). (Foto: Tangkapan layar/Kompas TV)

Dalam keterangannya, Rahmad pun menantang AHY mengungkap siapa petinggi TNI yang disebut rajin memberi masukan kepadanya bahwa hukum bisa dibeli.

Rahmad tidak menyangka dan percaya, sebab TNI harus netral dan tidak boleh masuk dalam arena politik praktis.

“Siapa petinggi TNI yang rajin memberi masukan ke AHY bahwa hukum itu bisa dibeli? Sejak kapan TNI aktif punya selera untuk masuk dalam arena politik praktis?” tanya Rahmad.

Merespons tudingan AHY yang menyebutkan Moeldoko berupaya membeli hukum, Rahmad menilai pernyataan putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut telah melecehkan penegak hukum di Indonesia.

“Itu (tudingan membeli hukum, red) pelecehan terhadap penegak hukum di Indonesia,” ucap Rahmad.

Seharusnya, kata M Rahmad, AHY tidak semena-mena merendahkan para penegak hukum bahwa mereka bisa dibeli.

“Pertanyaan kami kepada AHY, hukum mana yang bisa dibeli dan siapa yang bisa dibeli?” tanya Rahmad.

“Jangan AHY merendahkan para penegak hukum bahwa mereka bisa dibeli,” tambahnya.

Sebelumnya, AHY, Ketua Umum Partai Demokrat kubu SBY, mengaku mendapatkan informasi bahwa mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan menghalalkan segala cara untuk merebut kepemimpinan partai berlambang bintang mercy tersebut.

“Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI, KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai,” ucap AHY. 

“KSP Moeldoko akan melakukan langkah apa pun, bahkan menghalalkan segala cara. Termasuk upaya yang senior saya katakan, upaya membeli hukum,” tambah AHY.

Comment here