Politik

Tommy Soeharto Menang Lagi di Pengadilan, Ini Kata Menkumham

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Tommy Soeharto kembali memenangkan gugatan kepengurusan Partai Berkarya atas keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly di tingkat banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) DKI Jakarta. Menkumham Yasonna bakal mempelajari putusan menang banding Berkarya versi Tommy Soeharto. Ini katanya.

“Silakan saja, kita taat hukum, sesudah inkrah kita lihat seperti apa, biar saja jalan proses hukumnya,” kata Yasonna di Kompleks Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, dikutip dari detik.com, Senin (6/9/2021).

Soal apakah akan mengajukan langkah hukum lanjutan setelah kemenangan Partai Berkarya versi Tommy Soeharto, Yasonna mengatakan masih akan mempelajari putusan PT TUN tersebut terlebih dahulu.

“Kami ‘kan harus pelajari dulu, ya kan? Kita harus pelajari dulu. Kan prosesnya kalau kita enggak kasasi, nanti dibilang berpihak, kita biarkan proses hukum saja,” ujarnya.

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. (Foto: detikNews)

Partai Berkarya versi Tommy Soeharto juga sudah menang di tingkat sebelumnya. Yasonna menegaskan akan mempelajari putusan terbaru. “Iya, tapi kan proses hukum harus jalan sesuai ketentuan gitu. Kita lihat, kita harus lihat dulu, harus melihat. Nanti saya panggil dari AHU-nya seperti apa,” imbuhnya.

Tommy Soeharto sebelumnya kembali mengalahkan Menkumham soal pengurus Partai Berkarya di tingkat banding. PT TUN Jakarta menguatkan putusan tingkat pertama yang membatalkan Surat Keputusan (SK) Kemenkumham soal pengurus Partai Berkarya dengan Ketua Umum Muchdi Poerwopranjono.

“Menerima permohonan banding dari Pembanding/Tergugat dan Pem-banding/Tergugat II Intervensi tersebut. Menguatkan Putusan PengadilanTata Usaha Negara Jakarta Nomor 182/G/2020/PTUN. JKT. tanggal 16 Pebruari 2021 yang dimohonkan banding tersebut,” demikian bunyi putusan PT TUN Jakarta yang dikutip detik.com dari website-nya, Senin (6/9/2021).

Duduk sebagai ketua majelis hakim, Sulistyo, dengan anggota Santer Sitorus dan Eddy Nurjono. Perkara itu mengantongi nomor 115/B/2021/PT.TUN.JKT dengan Panitera Pengganti Tri Asih Wahyudiati dan diputus pada 1 September 2021.

“Menghukum Pembanding/Tergugat dan Pembanding/Tergugat II Intervensi untuk membayar biaya perkara di kedua tingkat peradilan secara tanggung renteng, untuk tingkat banding ditetapkan sebesar Rp 250 ribu,” ujar majelis.

Comment here