Sport

Tunggal Putra Indonesia Masih Kurang Seram di Piala Sudirman

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Indonesia berhasil memenuhi target awal di Piala Sudirman 2021, yaitu lolos dengan status sebagai juara grup. Namun penampilan tunggal putra Indonesia belum meyakinkan.

Indonesia lolos sebagai juara grup setelah menang atas Denmark dengan skor 3-2. Kemenangan ini melengkapi keberhasilan Indonesia di laga sebelumnya saat menekuk Rusia dengan skor 5-0 dan unggul 3-2 atas Kanada.

Di balik keberhasilan tersebut, satu hal yang patut mendapat sorotan adalah penampilan nomor tunggal putra. Anthony Ginting dan Jonatan Christie belum menunjukkan level terbaik dari penampilan mereka.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Ginting kalah dalam laga lawan Anders Antonsen, Rabu (29/9/2021). Dalam duel pemain papan atas, menang-kalah memang ibarat dua sisi mata uang. Namun di laga tersebut, Ginting tidak bisa mengeluarkan seluruh potensi terbaik yang ada di dalam dirinya.

Anthony Ginting harus bisa menemukan kembali pola permainan terbaik di Piala Sudirman 2021. (Foto: CNN Indonesia)

Saat Antonsen sedikit bermasalah dengan footwork di gim kedua lantaran lututnya terluka, Ginting juga tidak bisa memaksimalkan situasi itu dengan baik.

Jonatan juga menelan kekecewaan yang serupa. Dipercaya turun dalam duel lawan Brian Wang, Jonatan kalah dan menempatkan Indonesia dalam posisi tertinggal 1-2 dari Kanada.

Dalam skuad Indonesia di Piala Sudirman, Indonesia juga membawa Shesar Hiren Rhustavito untuk nomor tunggal putra. Namun merujuk dari situasi yang ada selama ini, peluang Shesar untuk diturunkan di fase knock out terbilang kecil.

Ginting dan Jonatan bakal tetap jadi peluru utama tunggal putra, bergantung pada kondisi dan kesiapan mereka jelang pertandingan. Sedangkan Shesar mungkin baru bisa bermain bila Ginting atau Jonatan mengalami cedera.

Sambil menanti lawan Indonesia di perempat final Piala Sudirman, pekerjaan rumah Hendry Saputra adalah menarik keluar level terbaik dari Ginting dan Jonatan.

Masuk ke fase knock-out, calon-calon lawan yang mungkin dihadapi oleh Ginting dan Jonatan bakal makin berat. Dalam situasi yang singkat, Ginting dan Jonatan harus mengingat cara untuk kembali tampil hebat.

Dalam format normal, ketika tidak ada pemain dari kedua tim yang turun di dua nomor, format pertandingan adalah ganda putra, tunggal putri, tunggal putra, ganda putri, dan ganda campuran. Tunggal putra punya posisi krusial sebagai pemain yang turun di partai ketiga. Kekalahan di nomor tunggal putra pula yang membuat Indonesia sempat tertinggal 1-2 di duel lawan Kanada dan Denmark.

Dari komposisi tim Indonesia, nomor tunggal putra punya beban sejajar dengan nomor ganda putra, ganda putri dan ganda campuran untuk menyumbangkan poin.

Hanya nomor tunggal putri yang terbilang jadi ‘kartu kejutan’ milik Indonesia lantaran kondisi di peta persaingan terkini. Sedangkan empat nomor lainnya seharusnya jadi ‘kartu andalan’ untuk meraih poin.

Bila tunggal putra Indonesia bisa tampil lebih meyakinkan, hal itu juga otomatis akan mengurangi beban wakil ganda putra yang bertarung di partai pertama.
Tanpa kondisi kekuatan tunggal putra yang meyakinkan, wakil-wakil Indonesia di nomor ganda putra bakal memiliki beban jauh lebih berat untuk menang.

Ganda putra Indonesia bisa dihantui bayang-bayang mereka kalah dan risiko Indonesia langsung tumbang 0-3 dari lawan.

Sejauh ini wakil Indonesia di nomor ganda putri dan ganda campuran tampil solid dan meyakinkan selama babak penyisihan.

Namun mereka tak bakal mendapat kesempatan berlaga bila Indonesia sudah kehilangan tiga poin lebih dulu sebelumnya.

Demi ambisi membawa pulang Piala Sudirman, tak ada cara lain, nomor tunggal putra harus bisa jadi sosok yang menakutkan dan menyeramkan di mata lawan.

Comment here