Sport

Ucapan Setien Soal Messi Susah Diatur Terbukti di PSG

Editor: Dwi Badarmanto

Jakarta, KABNews.id – Pernyataan mantan pelatih Barcelona Quique Setien tentang sikap Lionel Messi yang sulit diatur jadi kenyataan setelah La Pulga marah saat digantikan pemain lain di Paris Saint-Germain (PSG). Ruang ganti PSG panas setelah Messi ribut dengan pelatih Mauricio Pochettino saat menghadapi Olympique Lyon dalam lanjutan Liga Prancis, akhir pekan lalu.

Dalam laga tersebut Pochettino menarik keluar Messi pada menit ke-76 dan menggantikannya dengan bek Achraf Hakimi. Saat itu skor masih imbang 1-1 dan PSG membutuhkan gol tambahan.

Perilaku penyerang 34 tahun itu mengingatkan publik dengan pernyataan Quique Setien setelah didepak dari Barcelona. Pada sebuah kesempatan wawancara dengan El Pais, November 2020, Setien menyebut Messi sebagai pemain yang susah diatur.

Setien menilai Messi sebagai sosok yang pendiam. Akan tetapi menurut Setien, peraih enam gelar Ballon d’Or itu bisa membuat seseorang melakukan apa pun untuk dirinya.

“Leo sulit diatur. Siapa saya yang ingin mengubah dirinya? Jika mereka telah menerimanya selama bertahun-tahun dan tidak pernah mengubah dirinya,” ujar Setien kepada Vicente del Bosque dalam sesi wawancara bersama El Pais dikutip dari Daily Mail.

Lionel Messi. (Foto: Tempo.co)


“Dia sangat pendiam tetapi dia membuat Anda melihat hal-hal yang hanya dia inginkan. Dia tidak banyak bicara,” ucap Setien dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (21/9/2021).

Di mata Setien, tabiat Messi yang demikian karena kapten Timnas Argentina itu sudah menjadi megabintang di Barcelona yang sukses meraih beragam gelar bergengsi bersama klub.

“Ada jutaan orang menganggap Leo lebih penting daripada klub dan pelatih. Leo, seperti pemain lain di sekitarnya telah menjalani 14 tahun memenangi gelar, memenangi segalanya,” kata Setien.

Pertengkaran dengan Mauricio Pochettino di PSG pun menambah panjang daftar keributan Lionel Messi dengan pelatih di level klub. Sebagai megabintang sepak bola Messi memiliki pengaruh besar terhadap klub yang dibelanya. Tidak saja bisa mengantarkan tim meraih trofi bergengsi, namun Messi juga memiliki keinginan kuat yang harus diikuti pelatih tim tersebut.

Sebagai pemain terbaik, ambisi Messi memenangi pertandingan atau jadi juara sangat besar. Terkadang ambisi itu membuat Messi bersikap di luar koridor sebagai pemain.

Bahkan, saat di Timnas Argentina, Messi diklaim pernah mempengaruhi pelatih Jorge Sampaoli terkait susunan starter Tim Tango di Piala Dunia.

Dalam sejumlah peristiwa, perilaku Messi beberapa kali tidak sejalan dengan strategi pelatih di lapangan yang cenderung demi kepentingan klub.

Perbedaan pendapat itu kerap memunculkan gesekan antara pelatih dan Messi di ruang ganti. Menariknya keributan Messi dengan pelatih terjadi dalam beberapa tahun belakangan ketika Messi tidak lagi muda.

Berikut sejumlah keributan yang melibatkan Messi dengan pelatihnya di klub.


1. Melawan Eder Sarabia

Pada akhir Juni 2020, internal Barcelona memanas setelah Lionel Messi mengabaikan instruksi asisten Quique Setien, Eder Sarabia. Peristiwa itu terjadi ketika Barcelona melawan Celta Vigo di Liga Spanyol.

Ketika jeda water break, Eder Sarabia mencoba memberikan masukan kepada Messi. Akan tetapi gestur La Pulga seperti tidak mendengarkan instruksi apa pun dari Sarabia.

Dalam cuplikan sejumlah video yang beredar di media sosial, Messi hanya mengambil botol minum dan mengembalikannya ke tempatnya. Bahkan, striker yang saat itu berusia 32 tahun itu menjauh dari tangan kanan Setien tersebut. Pada pertandingan tersebut Barcelona ditahan Celta 2-2.

2. Ribut dengan Setien

Insiden dengan Sarabia itu ternyata berlanjut di ruang ganti usai pertandingan. Namun pada saat itu keributan bukan lagi melibatkan Messi dengan Sarabia, tetapi dengan Quique Setien langsung.

Dikutip dari Marca, Setien menyatakan meminta Messi pergi dari Barcelona apabila tidak ingin mematuhi instruksinya. Kekecewaan Setien itu muncul setelah kapten Timnas Argentina itu mengabaikan perintahnya dan juga Sarabia di lapangan saat melawan Celta Vigo.

“Jika kamu tidak suka apa yang saya katakan, itu pintunya (silakan pergi),” ujar Setien kepada Messi.

Keributan itu jadi puncak ketegangan hubungan Messi dengan Setien selama berkostum Blaugrana. Setien mengaku tidak bisa berbuat banyak dalam menghadapi Messi di Barcelona. Pasalnya, pengaruh Messi di klub tersebut begitu besar.

3. Tolak Salaman dengan Pochettino

Pertengkaran Messi dengan Mauricio Pochettino jadi keributan terbaru yang dilakoni striker 34 tahun itu. Pemicunya adalah Pochettino menarik keluar Messi di tengah pertandingan saat PSG membutuhkan gol.

Pada laga melawan Lyon Messi digantikan Achraf Hakimi pada menit ke-76. Messi yang tidak senang atas pergantian itu menolak bersalaman dengan Pochettino.

Raut wajah Messi juga terlihat tidak biasa saat duduk di bangku cadangan. Bahkan ketika Mauro Icardi jadi pahlawan kemenangan PSG, Messi juga tidak ikut berselebrasi.

Saat itu Messi memilih langsung masuk ke ruang ganti. Sikap tersebut makin menyatakan Messi tidak senang dengan keputusan Pochettino yang menariknya ke luar saat pertandingan.

Comment here