Politik

Viral Mumtaz Rais Sumbang Ponpes Gus Miftah, Minta Dukungan Pemilu 2024

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id -Video Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bidang Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan (POK) Ahmad Mumtaz Rais soal sumbangannya ke pondok pesantren milik Gus Miftah viral di media sosial. Mumtaz Rais menyinggung sumbangannya dengan dukungan Pemilu 2024.Putra Amien Rais itu membuat video berdurasi 45 detik yang ditujukan untuk Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Sleman, DI Yogyakarta, milik Gus Miftah.

Dikutip dari detik.com, Selasa (5/10/2021), dalam video tersebut, Mumtaz yang menyebut dirinya Bang Jago awalnya mendoakan agar jemaah Kinthiliyah (sebutan untuk jemaah dakwah Gus Miftah) mewabah. Ia kemudian memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta.

“Bang Jago enggak banyak bicara. Bang Jago langsung aksi, bukan teori. Menyumbang uang tunai sebesar Rp 100 juta untuk semua Kinthiliyah. Mantap,” ujar Mumtaz dalam video yang viral di media sosial Twitter, dikutip Selasa (5/10/2021).

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bidang Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan (POK) Ahmad Mumtaz Rais. (Foto: detikcom)

Masih di dalam video, Mumtaz juga menyinggung soal Pemilu 2024. Ia secara terang-terangan meminta agar jemaah Kinthiliyah mendukungnya.

“Gus, ingat Pemilu 2024. Jangan jual DPR RI dari partai lain. Tunggal, Mumtaz Rais. Jangan Kamto, jangan Kamta, jangan Mbah Badri, jangan Gandung, jangan yang lain-lain,” lanjut Mumtaz.
Di akhir video, Mumtaz mengancam akan menghentikan sumbangan ke Ponpes Ora Aji jika tidak memilihnya dalam Pemilu 2024.

“Kalau enggak saya setop sumbangan ke Ponpes Ora Aji. I Love you full, full Gusku,” pungkas Mumtaz.
Tanggapan Gus Miftah

Sementara itu, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mengatakan video tersebut jelas diambil tanpa persetujuan dari pihak Ponpes Ora Aji. Ia pun tidak mau ambil pusing dengan hal tersebut.

“Ya saya pikir begini, kalau ada video seperti itu jelas kontennya di luar persetujuan kami sebagai pihak pondok. Kalau kemudian beliau ngomong seperti itu ya silakan saja. Mau disetop atau tidak, enggak ada urusan kok, makanya kami juga tidak ambil pusing,” kata Gus Miftah saat dihubungi wartawan, Selasa (5/10/2021).

“Kalau dia mau nyumbang orang ulang tahun ya silakan saja, siapa pun boleh. Tapi bukan donasi, namanya donasi itu kan donasi ke pondok. Kita enggak ada donatur. Kalau dia ngasih (saat) ulang tahun, ngasih nyumbang. Tapi pakai ngancam-ngancam itu ya biarin saja,” sambungnya.

Gus Miftah mengatakan, selama ini banyak orang yang menyumbang ke ponpesnya. Akan tetapi, tidak pernah ada yang menyumbang dengan embel-embel harus mendukung satu pihak.

“Mohon maaf, teman saya nyumbang dari itu saja banyak dan silent (diam-diam). Dan enggak ada syarat apa-apa. Banyak yang kemudian tahu perjuangan saya, ngurusi santri semua saya gratiskan. Kemudian mereka ngasih, itu biasa dan tanpa syarat apa pun,” tegasnya.

Gus Miftah juga menekankan jika Ponpes Ora Aji tidak bisa dibeli politikus mana pun. Walaupun mereka pernah menyumbang Ponpes Ora Aji.

“Lah memangnya Ora Aji itu (sumbangannya) dari dia? Kan enggak juga toh? Kalau kemudian ada orang mengaku-ngaku sebagai donatur, ya alhamdulillah, silakan menyumbang. Tapi kalau menyetop, katakanlah secara politik harus memilih seseorang, atau saya nyumbang kalau milih siapa gitu. Bahasanya gini, (Ponpes) Ora Aji ora didol! (tidak dijual),” tegasnya.

Selama ini, kata Gus Miftah, Mumtaz Rais tidak rutin menyumbang. Hanya pada momen-momen tertentu saja seperti Idul Adha.

“Enggak, biasa-biasa saja. Kalau ada kepentingan, misalnya Idul Adha, kurban itu biasa toh, yang kurban juga tidak hanya dia. Ya kan kalau dia kurban itu sering aku sebutkan. Misalnya kalau yang kurban Pak Menteri, atau siapa, semuanya saya sebutkan,” ucapnya.

Menurutnya, ia tidak akan mengambil langkah hukum. Ia membiarkan publik dan jemaahnya untuk menilai.
“Kan kita enggak ada urusan, orang yang bikin bukan kita. Biarkan masyarakat yang menilai. Jemaah yang menilai,” pungkasnya.

Comment here