Politik

Yusril: Mahfud Politisi atau Negarawan?

Editor: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, KABNews.id – Advokat Yusril Ihza Mahendra meminta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md tak usah banyak komentar soal gugatan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA). Ia berharap Mahfud selaku pihak pemerintah bersikap netral dan menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut ke MA.

“Sebaiknya Pak Mahfud sebagai Menko Polhukam tidak banyak berkomentar terhadap sebuah perkara yang dalam proses diperiksa oleh Mahkamah Agung. Pemerintah sebaiknya bersikap netral,” kata Yusril dalam keterangannya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (30/9/2021).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menduga Mahfud belum membaca dengan seksama Permohonan Uji Formil dan Materil AD/ART Partai Demokrat yang diajukannya ke MA.

Advokat Yusril Ihza Mahendra. (Foto: detikcom)

Yusril yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM serta mantan Menteri Sekretaris negara era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menegaskan pihaknya tak memiliki tujuan menjatuhkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Sebab, ia berprofesi sebagai advokat yang tak mengurusi soal politik.

“Bahwa ada para politisi yang akan memanfaatkan putusan MA nanti jika sekiranya dikabulkan untuk kepentingan politik mereka, saya tidak ikut campur. Saya bekerja profesional sebagai advokat,” kata dia.

Yusril menilai parpol memainkan peranan besar dalam penyelenggaraan negara. Karena itu, ia menilai negara tak akan sehat dan demokratis apabila partai-partainya bersifat monolitik, oligarkis dan nepotis. Ia menganggap keputusan-keputusan partai saat ini kerap didominasi oleh elite tertentu.

“Kalau dilihat dari perspektif ini, uji materi ini bukan tidak ada gunanya, malah sangat besar manfaatnya. Jadi, di mana posisi Pak Mahfud: politisi atau negarawan?” tanya dia.

Yusril merupakan kuasa hukum dari empat kader Partai Demokrat kubu Moeldoko yang mengajukan judicial review atau uji materi AD/ART Partai Demokrat ke MA. Empat kader itu sudah dipecat oleh Agus Harimurti Yudhoyono.

Menko Polhukam Mahfud Md pun ikut mengomentar itu. Mahfud menilai gugatan Yusril tidak akan ada gunanya, baik jika dikabulkan ataupun ditolak MA.

Apabila gugatan dikabulkan, kata Mahfud, Demokrat hanya akan diminta memperbaiki AD/ART. Kepemimpinan tetap akan dipegang oleh Agus Harimurti Yudhoyono, bukan Moeldoko, kata Mahfud.

Comment here